Perampok Toko Tiga Putra Di Mantangai Ditangkap

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Tiga kawanan perampok Toko 3 Putra di Desa Bukit Batu Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tangah pada April 2017 lalu berhasil ditangkap tim gabungan kepolisian daerah Kalteng, Kalsel, Polsek Mantangai dan Polres Kapuas
Ketiga tersangka masing-masing Bahrani alias Ibas (39) warga Kelurahan Pelambuan Kecamatan Banjarmasin Barat, Kalsel, Mulyadi alias Adi (29) warga Desa Baruh Tabing, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel dan Abdul Aziz alias Acuk/Ucuk (40) warga Desa Sungai Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel.

“Bahrani ditangkap di Desa Pingaran Hulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel dan Mulyadi diserahkan pihak keluarganya di Polsek Banjang. Sedangkan Abdul Aziz ditangkap di jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Barabai Barat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel. Jadi, ketiganya berasal dari luar Kapuas dan satu orang pelaku lagi masih DPO atas nama Untit,” kata Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, SH, S.IK, M.Hum, saat menggelar press rilis di Mapolres Kapuas, Jumat (26/5/2017).

Adapun modus operandi para perampok tersebut, lanjut Kapolres, mereka terlebih dahulu melakukan perencanaan di rumah Abdul Aziz alias Acuk di Amuntai Kalsel. Dalam perencanaan itu ada pembagian tugas dimana Basrani alias Ibas, Mulyadi dan Untit bertugas masuk ke dalam toko lalu Abdul Aziz bertugas sebagai sopir. Sebelum melancarkan aksinya tersangka melakukan pemantauan selama dua hari dan melakukan aksinya pada, Jumat (7/4/2017), sekitar pukul 03.00 WIB.

Para perampok asal Kalsel itu kemudian masuk ke dalam toko dengan mencongkel papan penutup toko kemudian mengganjal dengan sepotong kayu. “Salah satu pelaku lalu memasukan tangan dan membuka kunci pintu dari dalam, karena kunci masih menempel di pintu,” terang AKBP Sachroni.

Setelah masuk ke dalam toko, Bahrani mengikat penghuni toko yakni Budiannor dan mengancam pembantu toko, Nursiah, agar diam dengan menggunakan sebatang kayu.

Kemudian Mulyadi dan Untit mendobrak pintu kamar korban, Yanti, dan selanjutnya mengancam akan membunuh korban dengan menggunakan pisau lalu mengambil uang milik korban di dalam tas warna merah.

“Setelah tersangka mengambil uang, korban lalu berteriak minta tolong dan para tersangka keluar dari toko menuju Jembatan Sei Muroi kemudian dijemput Abdul Aziz dengan menggunakan mobil Toyota Agya dan selanjutnya melarikan diri ke arah Timpah. Namun kurang lebih 300 meter dari TKP, mobil mereka menabrak pagar pembatas jalan dan kemudian melarikan diri dengan membawa uang milik korban sebesar Rp 65 juta,” terang Kapolres.

Uang dari hasil kejahatan tersebut oleh para perampok kemudian dibagi masing-masing mendapatkan jatah Rp 10 juta. Berdasarkan keterangan tersangka Abdul Aziz dalam pelariannya ada uang sebesar kurang lebih Rp 20 juta disimpan dibawah batu pinggir jalan yang jaraknya sekitar 300 meter dari toko korban. “Tapi setelah dilakukan pencarian bersama dengan tersangka uang tersebut tidak ditemukan,” ujar AKBP Sachroni.

Selain mengamankan tersangka kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) ini, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti. “Tersangka kita kenakan pasal 365 ayat (2) 1E dan 2E KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegas orang nomor satu di Polres Kapuas. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...