Pengusaha Walet Mulai Berdatangan Membayar Pajak

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Pengusaha rumah sarang burung walet mulai berdatangan ke Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas, untuk membayar pajak.

Berdatangannya para pemilik usaha rumah sarang burung walet tersebut, setelah Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas melayangkan dua kali surat pemberitahuan kepada pemilik usaha itu agar melaporkan perolehan pajak usahanya ke BPPRD Kapuas.

“Mereka sekarang mulai berdatangan untuk membayar pajak setelah mendengar desas desus kita serius akan mengambil tindakan tegas,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyuluhan Pajak dan Retribusi BPPRD Kabupaten Kapuas Pangeran Sujuoan P,S.Hut MM di Kuala Kapuas, Kamis (18/5/).

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Kapuas sebelumnya mengancam akan menyegel usaha rumah sarang burung walet di daerah setempat yang diketahui tidak membayar pajak. Sebelum tindakan tegas itu dilakukan, instansi pengelola pajak dan retribusi itu pun melayangkan surat pemberitahuan kepada para pengusaha rumah sarang burung walet.

Menurut Pangeran pihaknya kembali akan melayangkan surat pemberitahuan ke tiga kepada pengusaha walet, namun sebelum surat ketiga itu di keluarkan, BPPRD terlebih dulu akan melaksanakan rapat dengan instansi terkait untuk merumuskan tindakan yang akan diambil. “Kita akan rapat dulu dengan instansi terkait, rencananya tanggal 23 Mei ini rapatnya,” katanya.

Mantan Kasat Pol PP itu mengungkapkan, pemilik usaha rumah sarang burung walet di Kabupaten Kapuas kebanyakan berasal dari luar Kapuas. “Pemiliknya kebanyakan dari luar, dia datang habis itu pergi lagi. Tapi kita punya data siapa pemiliknya,” ujarnya.

“Bagi yang tidak bayar pajak tentu akan kita tindak, dan bagi yang tidak panen nanti akan kita amati. Aturannya wajib, semua pemilik usaha sarang burung walet harus memenuhi kewajibannya membajar pajak,” tambah Pangeran. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...