Pengerukan Muara Sungai Kapuas Murung Sampai Batanjung Akan Dimulai November Ini

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Pengerukan dasar alur sungai simpang Kapuas Murung hingga muara Batanjung Kabupaten Kapuas sepanjang 100 kilometer bakal dilaksanakan pada Nopember 2017 mendatang. Hal ini seiring adanya rencana pemindahan jalur angkutan barang dan Sumber Daya Alam (SDA) dari Kalteng yang semula melalui DAS Barito dipindah melalui jalur DAS Kapuas.

Pemindahan jalur angkutan tersebut sesuai intruksi Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang meminta pengangkutan barang jangan sampai melewati jalur dari Provinsi Kalsel, karena berdampak dengan ruginya Kalteng dari segi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rencana pemindahan jalur angkutan ini pun telah mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan. Dimana berdasarkan rapat di Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, menyepakati untuk mendukung pemindahan jalur itu maka akan dilakukan pengerukan dasar sungai Kapuas.

“Apabila pemindahan jalur angkutan dari DAS Barito ke DAS Kapuas itu dilakukan, maka jalur yang akan diambil adalah Sungai Kapuas Murung hingga menuju Pelabuhan Batanjung,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas Drs Yan Hendri Ale MT, Jumat (5/5).

Nah untuk mendukung itu, lanjut dia, maka harus dilakukan pengerukan untuk memperdalam sungai Kapuas sehingga bisa dilewati angkutan barang dengan kapasitas besar. Berdasarkan rapat di Kementerian Perhubungan saat itu disepakati bahwa pengerukan sungai Kapuas akan dimulai pada November 2017 ini.

Namun detail berapa lama pengerukan itu dilakukan, masih belum jelas. Akan tetapi, ujar Ale, proses pengerukan plus semua biayanya akan dilakukan oleh pihak ketiga (swasta). “Ada kesepakatan pengerukan alur sungai Kapuas akan dilakukan oleh swasta, namun mereka diberikan konpensasi untuk mengatur alur nantinya,” katanya.

Adapun terkait pendapatan, akan ada bagi hasil baik untuk pihak swasta, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kapuas.

“Nanti dalam pengelolaannya kita melalui perusahaan daerah yang akan dibentuk oleh pemerintah daerah,” jelas Ale.

Lantas berapa panjang alur sungai yang akan di keruk ? Menurut Ale jalur sungai yang akan dikeruk atau diperdalam panjang sekitar 100 kilometer. Karena selama ini ketika angkutan melewati DAS Barito maka jarak tempuh sekitar 124 kilometer.

“Jadi, kalau lewat Kapuas angkutan akan hemat jarak 24 kilometer,” pungkasnya. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...