Pemerintah Rencana Bubarkan HTI, Ini Sikap Gemasaba Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Beberapa hari yang lalu, tepatnya 8 Mei 2017 silam, melalui menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), pemerintah mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan menitikberatkan bahwa HTI diindikasikan kuat bertentangan dengan asas Pancasila dan UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak mengambil peran positif dalam pembangunan guna mencapai tujuan nasional, serta aktifitas HTI dinilai telah menimbulkan benturan di beberapa kalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Pandeglang Rian Supriatna menuturkan, selama ini HTI melakukan gerakan bentuk propaganda melalui gerakan kampus, salah satunya kegiatan Simposium Nasional (Simnas) Lembaga Dakwah Kampus 2016, yang diselenggarakan pada 25-27 Maret 2016 oleh Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Sempat beredar video tentang sumpah sejumlah mahasiswa tentang Khilafah Islamiyah, mereka bersumpah untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia”, imbuhnya.

Ia menilai, video tersebut sempat menjadi perbincangan dan pihak IPB telah dilaporkan kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Menurut Pemerintah, HTI terindikasi kuat sebagai organisasi kemasyarakatan yang bertentangan dengan tujuan, asas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”, bebernya.

Tentunya, lanjut Rian, itu bisa dilihat dari setiap gerakan yang dilakukan oleh HTI, dan itu bisa dibuktikan oleh pemerintah.

Dirinya menegaskan, kami mendukung ketegasan pemerintah dalam upaya menjaga keutuhan NKRI dan Gemasaba siap menjadi garda terdepan ketika ada gerakan yang mengancam keutuhan NKRI.

Rian berharap, pemerintah juga harus turun ke bawah untuk memastikan tidak ada gerakan-gerakan ataupun kajian yang mengatasnamakan lembaga/organisasi yang akan mengancam NKRI.

“Ideologi tidak akan pernah mati meskipun wadahnya telah dibuat mati tapi datang kembali mengancam NKRI. Pemerintah harus tetap waspada”, tutupnya. (IY)

 

 

Comments
Loading...