Palangka Raya Belum Miliki Cagar Budaya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Rencana Palangka Raya menjadi ibukota terus terdengar, namun sayangnya Kota Cantik Palangka Raya, khususnya yang menjadi ibukota Provinsi Kalteng belum memiliki cagar budaya dalam bentuk wisata budaya yang menarik.

Hal itu diakui sendiri oleh Wali Kota Palangka Raya HM Ribvan Satia, meskipun rencana untuk membuat pusat cagar budaya tersebut sudah sejak lama namun hingga kini belum juga dimiliki, sebab anggaran minim lah yang menjadi kendala, sehingga mengutamakan pembangunan yang prioritas terlebih dahulu.

“Soal perlunya pembangunan cagar budaya pada lokasi tertentu, pernah dibicarakan pada tatanan tingkat pemko. Namun persoalannya menyangkut ketersediaan anggaran yang lebih diarahkan pada skala prioritas. Maka akhirnya niatnya menjadi sebatas wacana,”ujarnya, Jumat (05/05).

Dia melanjutkan, dulu pernah melirik huma Betang Hadurut  milik (Pemko) yang berada di Temanggung Tilung. Area Huma Betang Palangka Raya Hadurut itu sendiri memiliki area lahan yang luas. Sehingga dirasa tepat menjadi lokasi cagar budaya Kota yang bisa diandalkan.

“Keinginan kedepan sebaiknya hal ini bisa diwujudkan, terutama di era pemerintahan kota yang baru. Saat ini kami hanya sebatas menggulirkan rencana serta wacana saja, yang memang semestinya bisa terealisasi. Namun kembali ke soal keterbatasan anggaran yang harus terbagi-bagi,” ungkapnya.

Riban juga membeberkan, bila memiliki cagar budaya setidaknya itu menjadi perwujudan dari sebuah tekat suatu pemerintahan dalam upaya mempertahankan kelestarian nilai hidup kebudayaan termasuk peri kehidupan masyarakatnya.

“Tidak bisa dipungkiri, dengan memiliki cagar budaya, maka suatu daerah akan mampu memperkuat sebuah tatanan penting perjalanan sejarah dan ilmu pengetahuan yang telah ada di daerah itu sendiri. Maka itu pemko berniat agar Palangka Raya memiliki cagar budaya yang bisa diandalkan oleh masyarakatnya,” tutur Riban.

Ditambahkannya, arti penting keberadaan cagar budaya setidaknya tidak lepas dari potensi-potensi budaya yang tinggi. Palangka Raya itu sendiri memiliki warisan keragaman dan kultur yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Termasuk sejarah panjang pembangunan daerah.

“Area serta potensi sudah tersedia, tinggal bagaimana keinginan untuk merealisasikannya saja yang belum. Diharapkan kedepan ini bisa terwujud dengan dilandasi tekat dan pemikiran bersama,” pungkasnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...