OJK Bali – Nusra Himbau untuk Antisipasi Penerbitan Surat Pelunasan Hutang Ilegal

MENARAnews, Kota Denpasar (Bali) – Menghasut masyarakat dengan menerbitkan surat hutang agar masyarakat tidak melunasi hutangnya dimana merupakan upaya untuk memanfaatkan situasi yang ada dari lembaga investasi ilegal sehingga perlu untuk diantisipasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala OJK Regional 8 Bali – Nusa Tenggara (Nusra) Zulmi, dalam Sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum Di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi di Kantor OJK Regional 8 Bali – Nusra Denpasar, Selasa (23/5/2017).

Ia juga mengatakan bahwa masing-masing telah berkomitnen untuk memberikan layanan edukasi dan pengaduan dari masyarakat kepada satgas. Tujuan sosialisasi mengingat pentingnya kesadaran pelaku jasa keuangan untuk menjaga literasi keuangan yang ada dan mencegah kerugian ilegal di masa yang akan datang.

Sementara itu, Deputi Komisioner OJK 1C Hendrikus Ivo mengatakan bahwa terdapat 10 nama lembaga yang diduga menyalahi ijin dan apabila tidak segera diselesaikan, maka akan masuk ke ranah hukum berubah menjadi investasi ilegal.

“Investasi ilegal tumbuh subur karena faktor pengetahuan yang belum diketahui korban, sehingga informasi yang dimiliki sedikit tanpa mempertimbangkan masalah pokok dan bunga pinjaman. Sedangkan orang yang mempunyai pengetahuan ingin mempunyai laba yang tinggi, apabila terjadi goncangan dia akan diam karena kecukupan finansial. Sehingga sosialisasi penanganan investasi ilegal sangat dibutuhkan untuk menghindari kerugian,” terang Hendrikus Ivo.

Pihaknya menambahkan telah dibentuk Satgas Investasi Ilegal dengan menambahkan PPATK dan Kementerian Agama. Kementerian Agama terkait ijin untuk penghimpunan dana Umroh. Sedangkan PPATK untuk mengecek aliran Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena uang tersebut pasti bergulir. Perlunya penguatan Tim Satgas daerah dalam menangani, sehingga menjadi pemahaman yang sama untuk upaya pencegahan lebih dini yang pada akhirnya zero kerugian. (NN)

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...
error: Content is protected !!