Mofit Periksa Pelaksanaan UN Di Sejumlah Sekolah

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Guna memastikan kelancaran dan melihat langsung pelaksanaan ujian, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Sahdin Hasan. Secara meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) setingkat SLTP/MTSN sederajat, Selasa (2/5) pagi.

Dengan perserta 4.440 siswa dari 62 SMP dan MTSN Se-kota Palangka Raya. Pelaksanaan ujian serentak sejak Selasa (2/5) hingga Senin (8/5) mendatang. Di hari pertama tidak ada kendala berarti. Dalam kunjungan itu Mofit mendatangi MTSN 1 Palangka Raya, SMP Muhammadiyah, SMPN-6 dan SMPN-8 Palangka Raya.

Mofit menyebutkan UNBK dan UNKP harus dijadikan ajang evaluasi. Bukan hanya evaluasi peserta didik, tetapi evaluasi petugas didik atau tenaga pengajar. Baik guru, sarana prasarana maupun hal lain terkait pendidikan.”Itu karena tingkat kelulusan dan keberhasilan adalah cermin tingkatan pendidikan di kota ini,” ucapnya.

Dia menegaskan jangan hanya mengejar 100 persen lulus tetapi difokuskan berapa nilai setiap mata pelajaran yang diujikan.

“Saya tegaskan jangan hanya ngejar kelulusan tetapi kejar pula nilai mata pelajaran,” tegasnya.

Mofit mengungkapkan UNBK hanya digelar oleh enam sekolahan, SMP Muhammadiyah, SMP Golden Cristian School, MTSN-1 model, MTSN-2, MTS Darul Ulum dan MTS Al Amin.

“Mereka menggelar UNBK karena infrastruktur dan sarana telah mendukung dan selebihnya berbasis kertas dan pensil. Tapi ini adalah evaluasi kita untuk bisa menerapkan semua,” ungkapnya.

Ia menerangkan untuk UNBK tidak ada masalah dan sudah ada jaminan dan suplai energi dari PLN selama kegiatan ujian. Sedangkan UNKP sejauh ini juga berjalan baik dan tidak ada kendala. Seperti di SMPN-6 melaksanakan ujian berbasis kertas dan pensil dan ikuti peserta regular dari sekolah, peserta ujian berkebutuhan khusus dan dari SMP terbuka.

“Masih ada beberapa hari pelaksanaan dan berharap bisa terlaksana dengan baik.Sejauh ini tidak ada kendala karena suplai soal dan segala macam tidak ada permasalahan dan dilakukan dengan baik dan aparat keamanan juga baik dan tidak ada hal-hal menjadi kendala,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SMPN-6 HJ Wahidah mengungkapkan, dalam pelaksanaan ini ada dua siswa yang tidak ikut serta dalam ujian. Alasan karena satu orang tua terlibat aksi tindak pidana dan satu lagi kabur dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

”Tidak ada kendala, hanya dua yang tidak ikut. Intinya semua berjalan lancar dan semoga kedepan juga lancar,” pungkasnya. (AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...