Menteri Agama Tutup Rakernas Fatayat NU di Palangka Raya

Rakernas Menghasilkan Beberapa Usulan Kepada Pemerintah

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Rapat Kerja Nasional Fatayat Nahdatul Ulama (NU) yang dilaksanakan di provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak 4-7 Mei 2017 ditutup secara langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Sarifuddin. Acara penutupan yang ditempatkan di aula gubernur Kalteng tersebut dihadiri oleh pengurus Fatayat NU di 34 provinsi dan juga dihadiri oleh gubernur kalteng.

Ketua umum PP Fatayat NU Sahabat Anggia Ermarini, mengatakan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dilaksanakan empat hari sejak 4-7 Mei 2017 tersebut menghasilkan beberapa usulan.

“Usulan tersebut diantaranya Kita akan mengkaji ulang tentang perkawinan anak, karena ini akan mengancam generasi yang kurang berkualitas, karena perkawinan bukan hanya mensahkan suatu hubungan, namun perlu juga kajian terhadap ancaman KDRT,” jelasnya saat menyampaikan sambutannya, Sabtu (7/5).

Dia melanjutkan, masih ada beberapa usulan seperti perlindungan terhadap anak salah satunya adalah ancaman terhadap pelecehan seksual, Membangun karakter anti korupsi, menangkal radikalisme, percepatan gizi dan pencegahan stanting, pemberdayaan UKM dan literasi internet.

“Semua usulan tersebut akan kita sampaikan kepada pemerintah, terlebih di sini sudah ada menteri yang langsung mendengarkannya, mudahan semua usulan hasil Rakernas bisa terealisasi,” harapnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Sarifuddin, mendukung usulan yang berkaitan dengan perkawinan dini, namun dirinya juga meminta kepada Fatayat NU yang semuanya ada wanita tersebut mecarikan alasan yang kuat kenapa UU terkait pekawinan dini meski dikaji ulang.

“Misalnya harus mencantumkan akibat, sehingga usulan tersebut tidak hanya sekedar usulan melainkan memang perlu adanya kajian atas sebab dan akibat yang ditimbulkan,” katanya dalam sambutannya.

Bahkan dirinya berharap Fatayat NU seluruh indonesia berada dua langkah di depan dalam menggalakkan mencegah perkawinan dini. Dia sangat mendukung usulan tersebut meskipun bukan bidang kementeriannya.

“Kita juga ada program dalam kementerian agama untuk melaksanakan semacam pelatihan kepada mereka yang ingin menikah, sehingga ketika mereka menikah semuanya sudah siap baik mental maupun fisik, karena pelatihan tersebut nantinya akan ada sertifikatnya,” jelasnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...