Menjelang Bulan Puasa, Dishub Pandeglang Intens Tertibkan Angkutan Bandel

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Menyambut kedatangan bulan puasa, banyak gejolak yang terjadi, mulai dari kenaikan harga bahan pokok hingga peningkatan tarif angkutan. Tak tanggung-tanggung, para oknum tertentu menaikkan tarif angkutan hingga 300 persen.

Salah satu warga Cigadung Kecamatan Karangtanjung Ahmad mengatakan, dirinya pernah menggunakan angkutan umum jenis bus dengan rute Serang ke Pandeglang dan sebaliknya. Namun, ia mengakui bahwa pihaknya dimintai biaya sejumlah Rp 10.000 hingga Rp 15.000, padahal berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 36 Tahun 2016 dan Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.1917/AJ.801/DRJD/2016, dijelaskan bahwa tarif angkutan orang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan jalur Pandeglang ke Serang, hanya sebesar Rp 5.000.

“Minggu lalu saya naik naik bus dari Cigadung ke Serang, diminta bayar Rp 10.000 oleh kondektur bus, kemudian balik lagi dari Serang ke Cigadung, awalnya saya berikan Rp 10.000 tapi kondekturnya minta tambah Rp 5.000, jadi totalnya Rp. 15.000”, bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Pandeglang Tata Nanjar menuturkan, pihaknya telah melakukan penertiban tarif angkutan sebanyak 3 kali, yaitu dengan cara memasang stiker tarif angkutan. Namun, tetap saja ada angkutan yang menyalahi aturan dengan cara melepas stiker daftar harga tersebut kemudian menaikkan tarif angkutan diatas ketentuan yang berlaku.

“Sementara kita angkutan ini untuk bus ya, kita tertibkan harga tarif, kita pasang (stiker tarif angkutan – red), kita operasikan, sudah 3 kali. Alhamdulillah berjalan walaupun ada sana sini tarif yang kita pasang, ada awak pengemudi yang nakal, dicopot (stiker tarif angkutan – red)”, jelasnya. (18/05/2017)

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, Dishub Pandeglang juga tengah intens melakukan operasi kelayakan kendaraan di beberapa titik secara bergantian, operasi digelar dalam rangka untuk mengecek izin KIR, fungsi rem, lampu, sen, dan lain-lain.

“Kaitan penertiban dengan kita dalam kaitan lebaran, justru kita sekarang lagi operasi kelayakan kendaraan, termasuk KIR, remnya, lampunya, sennya, kemudian juga jangan sampai terjadi (kecelakaan – red) seperti di Puncak atau di Cimahi ya, akhirnya remnya blong”, pungkas Tata. (IY)

 

Comments
Loading...