May Day 2017, Ini Tuntutan Buruh di Sumut

MENARAnews, Medan (Sumut) – Unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) juga berlansung di Kota Medan. Ribuan massa dari Gerakan Rakyat Melawan – Sumatera Utara (GERAM-SU) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Senin (01/04/2017).
Di sana mereka berorasi menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya adalah soal pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
Mereka menganggap peraturan itu telah menindas kaum buruh.
Koordinator aksi Amin Basri juga sudah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi ihwal pencabutan peraturan itu.
“Kita mendesak pemerintah Jokowi JK yang masih mempertahankan PP Nomor 78 agar segera mencabutnya,” kata Amin Basri disela aksi.
Selain itu, mereka juga menolak sistem politik upah murah terhadap buruh. Selanjutnya, mereka menolak wacana pemerintah untuk merevisi UU 13 tahun 2003.
“Karena wacana itu melegalkan PP Nomor 78,” katanya.
Massa juga menuntut agar pemerintah mencabut sistem kerja kontrak. “Kami juga meminta Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi  menggunakan hak dekresi penetapan UMP mengacu pada SK Gubernur,” katanya.
Nantinya apabila tuntutan itu tidak dipenuhi, maka dia mengancam akan menurunkan massa yang lebih banyak.
“Jika tidak, kita pastikan mahasiswa, buruh dan petani akan bergerak. Maka medan akan menjadi lautan api,” pungkasnya.
Aksi berjalan dengan tertib. Massa sebelumnya berkumpul di Bundaran Gatot Subroto dan melakukan longmarch ke arah kantor DPRD Sumut. Aksi mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. (Yug)
Comments
Loading...