Legislator Minta Maksimalkan Pengawasan Produk Kadaluwarsa

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dalam upaya melindungi hak-hak konsumen terhadap segala jenis bahan makanan yang berbahaya bagi kesehatan, menjual makanan kadaluwarsa, dan tindakan lainnya yang dapat merugikan konsumen, terlebih lagi hal tersebut dengan sengaja dilakukan di hari-hari tertentu seperti hari besar agama khususnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui instansi terkait diminta tidak segan-segan menindak tegas para pelaku yang sengaja melakukan hal itu, apapun resiko yang di dapat. Perihal terkait kehati-hatian konsumen dalam memilih dan melihat waktu kadaluwarsa dari produk yang dibeli konsumen, tapi tidak semua konsumen melakukan hal tersebut.

Salah satu Anggota DPRD Provinsi Kalteng sekaligus Ketua Komisi B, Borak Milton dengan tegas menyampaikan hal itu semua kepada sejumlah awak media, Selasa (30/05) kemarin di ruang Komisi, bahwa kewajiban instansi Pemerintah Daerah untuk melakukan pemeriksaan, dan bukan hanya kewajiban dari konsumen saja untuk melakukan pemeriksaan waktu kadaluwarsa produk sebelum dibeli.

“Yang pertama melakukan itu semua adalah si penjual atau pedagang untuk memastikan barang yang dijualnya masih layak dikonsumsi apa tidak, kedua adalah petugas atau tim pemeriksa serta melakukan pengawasan secara intensif, apa lagi seperti sekarang ini di bulan ramadhan,” jelas Borak Milton.

Kendati demikian, pengawasan lebih intens tidak hanya di bulan atau di hari-hari tertentu saja, tapi ujarnya, di bulan atau di hari-hari yang lain hendaknya pengawasan tidak boleh ditinggalkan. Bahkan untuk memastikan tidak adanya produk yang tidak layak dijual, pedagang atau penjual pertama kali memastikan barang dagangannya layak apa tidak.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, dapat dipastikan, jelas Borak Milton kembali, merupakan unsur kesengajaan dari para pedagang. Dan ini harus ditindak, agar tidak menyebabkan orang yang mengkonsumsi mengalami hal-hal yang tidak di inginkan seperti keracunan dan sebagainya.

Dirinya juga menjelaskan, pengawasan juga harus dilakukan pada obat-obatan yang beredar di pasaran, bukan hanya sekedar bahan makanan.

“Makanya pelaku harus ditindak. Itu menurut saya. Salah satu contoh sederhananya saja. Ketika orang di rumah sakit, terdeteksi penyakit A, kemudian terapinya dengan dokter, orang yang sakit ini harus beli obat C, datanglah ke toko obat untuk beli obat C ini. Ternyata obat C yang dibeli ini tadi tidak menyembuhkan karena palsu,” paparnya menambahkan.

Borak Milton juga mempertanyakan, Apakah hal itu tidak termasuk kejahatan namanya? Tentu sangat berbahaya bagi orang lain. Dokternya sudah benar, obatnya sudah benar. Tapi ketika beli di toko obat yang dijual salah, dan kejadian ini sering terjadi di Indonesia, belum lagi kasus terhadap bahan makanan.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...