Kunjungan Menteri ESDM dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Di Kota Bukittinggi

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Sektor ESDM Provinsi Sumatera Barat di Balai Sidang Bung Hatta, Bukittinggi, Jum’at (12/05).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pertemuan stakehoder diikuti lebih dari 100 orang antara lain Komisi VII DPR-RI, Walikota Bukittinggi, Jajaran Kementerian ESDM, Dewan Energi Nasional, SKK Migas, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), Badan Usaha Migas, Ketenagalistrikan dan EBTKE, Asosiasi panas bumi, Hiswana Migas, dan Akademisi.. Rakor dibuka secara langsung oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sumbar, Syafruddin.

Syafruddin, dalam sambutannya mengatakan Sumatera Barat merupakan salah satu Provinsi yang menjadi barometer dalam perkembangan dan pembinaan ESDM di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan dari keberadaan Kota Sawahlunto yang memulai pertambangan di Indonesia, selain itu terdapat juga pabrik semen padang di Kota Padang. Oleh karena itu pihaknya mengapresiasi kunjungan Bapak Menteri dan semoga menambah semangat dalam mengelola dan mengembangkan potensi di sektor ESDM Sumatera Barat.

Selain itu, pihaknya menerangkan tentang rasio elektrifikasi yang telah dicapai Sumbar dalam kurun waktu 2016 hingga 2017.

“Sampai tahun 2016, rasio elektrifikasi di Sumatera Barat sebesar 86,42%, sedangkan 2017 ditargetkan elektrifikasi di Sumatera Barat mencapai 88,57%, namun hal tersebut masih dibawah rasio nasional, dimana di tahun 2017 ditargetkan mencapai 93%. Sementara itu, listrik yang mengaliri desa-desa di Sumatera Barat pada tahun 2016 mencapai 92,36%. Dan pada tahun 2017 nanti ditargetkan menjadi 97,2% desa yang sudah teraliri listrik. Sehingga nantinya tahun 2017 hanya tinggal 2,8% yang belum teraliri listrik. Selain itu, masih ada kabupaten yang memiliki rasio elektrifikasi rendah, yaitu kabupaten Mentawai yang hanya 42%”.

Selesai Rakor di Balai Sidang Bung Hatta, Menteri ESDM, Ignasius Jonan melanjutkan kunjungan ke Sumur Bor, Kel. Kubu Gulai Bancah, Kec. Mandiangin Koto Selayan sekaligus meresmikan Sumur Bor tersebut.

Dalam sambutannya, Ignasius Jonan mengungkapkan selama tahun 2016 meresmikan 14 titik pengeboran air tanah dalam di Sumatera Barat yang telah dibangun dengan APBN 2016. Air bersih dari 14 titik pengeboran air tanah tersebut, dapat dinikmati oleh 38.880 jiwa.

“Tahun lalu (2016) ada sekitar 200 sumur bor air bersih dibangun di seluruh Indonesia, di provinsi Sumatera Barat dapat 14 sumur, 1 sumur diantaranya di Bukittinggi,” ungkap Menteri Jonan.

Empat belas titik tersebut terdapat di 11 kabupaten/kota yaitu Bukittinggi, Agam, Dharmasraya, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman barat, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, dan Tanah Datar. Peresmian dilakukan di salah satu titik pengeboran sumur air tanah di Kecamatan Mandiangan Koto Selayan, Bukittinggi.

Selain itu, Menteri ESDM juga meresmikan pemasangan PJU di wilayah Propinsi Sumatera Barat yang telah dilaksanakan di 7 lokasi, terdiri dari PJU Tenaga Surya (TS) dan PJU retrofit (mengganti lampu konvensional menjadi lampu LED). Total penyediaan PJU TS tersebut sebanyak 615 unit, dan PJU retrofit sebanyak 1.950 unit.

Tujuh lokasi meliputi Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Sawahlunto.

Proyek yang bersumber dari APBN 2016 tersebut, dilakukan dengan biaya sekitar Rp 23,8 miliar. Selain sebagai upaya konservasi energi, implementasi PJU dilakukan sebagai dukungan terhadap kebijakan energi yang ramah lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan bahwa kondisi air di Bukittinggi pada saat sekarang dapat terbilang kurang. Sumber air di Kota Bukittinggi berasal dari Kabupaten Agam, dari Sungai Tanang. Tahun 2017, Pemkot Bukittinggi sedang melaksanakan penggantian pipa dalam kota, dan baru bisa dilaksanakan 24 kilometer. Sementara itu, sumber air Sungai Tanang yang mengalir ke dalam kota sebesar 160 liter per detik, sedangkan kebutuhan air dalam kota saat sekarang 400 liter per detik. Pemerintah daerah terus meningkatkan upaya pemenuhan air bagi masyarakat mengingat Bukittinggi merupakan kota pariwisata. Pihaknya berharap Menteri ESDM dan Komisi VII DPR RI dapat menambah jatah Sumur Bur untuk Kota Bukittinggi demi terpenuhinya kebutuhan air warga Bukittinggi. (AD)

Comments
Loading...