KORAK Kecam Tindakan Represif Aparat di Sumut

MENARAnews, Medan (Sumut) – Aksi penangkapan yang dilakukan aparat terhadap 6 mahasiswa pada saat aksi demo didepan Kampus USU 2 mei lalu mengundang sorotan Koalisi Rakyat Anti Kriminalisasi (KORAK)

“Tindakan represif polrestabes Medan terhadap aksi mahasiswa merupakan bentuk pengekangan terhadap kebebasan berkumpul dan bersuara” kata Manambus Pasaribu, Direktur BAKUMSU (Badan Hukum Masyarakat Sumatera Utara) saat siaran pers di Kantor BAKUMSU, jl Harmonika, komp. Griya pertambangan, Medan, Kamis (4/5/2017)

Manambus menambahkan tindakan kepolisian yang tidak mengizinkan pihak keluarga dan advokat ubtuk menemui korban penangkapan patut disayangkan.

” Akibat arogansi aparat, hak-hak mahasiswa yang sedang ditahan dibatasi, terutama hak untuk didampingi advokat dan penasehat hukum terabaikan” tuturnya.

Dalam siaran pers yang dilaksanakan KORAK menyatakan sikap dan desakan sebagai berikut :

1. Mengutuk tindakan represif kepolisian dan menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan, kriminalisasi terhadap kebebasan berkumpul dan bersuara.
2. Kepada Kapolreata Medan supaya menghentikan tanpa syarat proses hukum kepada mahasiswa yang saat ini masih berada dalam tahanan Polrestabes Medan.
3. DPRD Provinsi Sumatera Utara supaya memanggil Kepala Kepolisian Resort Kota Medan untuk dimintai keterangan, pertanggungjawaban dan selanjutnya mengeluarkan rekomendasi sangai tegas atas tindakan represif dan arogansi yabg dipertontonkan dalam kasus ini.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Amin Koordinator KONTRAS Sumut mengatakan penegakan hukum terlalu di lebih lebihkan dan aparat terlalu arogan dalam pengendalian massa, selain itu informasi yang berimbag da objektif diruang publik menjadi sangat sulit diperoleh.

“Bukti arogannya aparat saat ini adalah menangkapi semua orang termasuk warga sipil itu tidak propesional dalam penanganan aksi, jumlah massa juga sedikit tidak perlu hingga pemukulan dan penahanan, selanjutnya dalam hal keterbukaan informasi juga tidak dipenuhi kepolisian bagi kami dalam memberi advokasi bagi korban penangkapan.” tutup nya. (Pik)

Comments
Loading...