Kecewa Dana CSR, BJB Pandeglang Dihujani Telur Busuk

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kantor Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Kabupaten Pandeglang dihujani telur busuk. Aksi pelemparan telur busuk ini dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Forum Kota Pemuda dan Masyarakat Pandeglang (FK-PMP) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BJB.

Mahasiswa kecewa dengan sikap jajaran BJB yang tidak juga menemui massa untuk menjelaskan distribusi dana Coorporate Social Responsibility (CSR) kepada lembaga Badan Pengelola Tanggungjawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan (Tawa Sopan).

Ini merupakan aksi kedua yang dilakukan oleh FKPMD setelah pekan lalu mereka juga melakukan aksi yang sama.

Dalam aksinya kali ini, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Pandeglang itu mendesak agar BJB menarik kembali dana CSR yang disalurkan ke Tawa Sopan. Pasalnya massa menilai, dana bantuan yang seharusnya untuk kebutuhan sosial, justru malah digunakan untuk pembangunan Tugu KB di Kecamatan Labuan senilai Rp 189 juta.

“Sebagai daerah yang dilabeli Seribu Kyai Sejuta Santri, kenapa bukan bangun saja masjid atau mushola? Kok malah bangun tugu yang kami nilai tidak ada manfaatnya,” ujar salah seorang orator Maman Maulana ketika menyampaikan aspirasinya, Rabu (3/5/2017).

Massa meminta agar BJB mengkaji kembali pendistribusian dana CSR kepada Tawa Sopan. Lantaran dengan adanya dana bantuan kemaayarakatan dibangun tugu, dilihat sebagai bentuk konspirasi antara BJB dan Tawa Sopan.

“Pembangunan Tugu KB itu dilakukan oleh sebuah LSM yang di dalamnya, terdapat salah seorang anggota Tawa Sopan. Ini berindikasi ada main mata antara BJB dan Tawa Sopan,” bebernya.

Officer BJB Cabang Pandeglang Chandra Purnama kembali menegaskan bahwa dana CSR yang disalurkan pihaknya, dikelola sepenuhnya oleh Tawa Sopan. Lagipula ia menilai, pembangunan Tugu KB hanya sebagian kecil dari CSR yang dikeluarkan oleh BJB. Karena CSR reguler lain yang bersinggungan langsung dengan masyarakat sering dilakukan.

“Untuk menarik kembali dana CSR, kami harus mengacu pada perjanjian yang telah dibuat, itu perlu kami kaji. Tetapi tugu itu hanya sebagian kecil dana CSR yang kami salurkan. CSR reguler seperti sunatan masal sudah sering dilakukan, memang di luar itu banyak yang perlu dicover kami namun bukan tidak menjadi prioritas,” terangnya.

Kendati demikian, Chandra menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kantor pusat terkait penyaluran CSR ke arah pembangunan tugu. Meski dirinya melihat tujuan pembangunan tersebut tetap memiliki sisi manfaat untuk masyarakat.

“Kalau pembangunan tugu itu tidak tepat, kami juga tidak tahu. Kami akan koordinasi kembali dengan kantor pusat terkait pembangunan tugu. Kami tidak bisa memutuskan dalam waktu cepat. Yang jelas prioritas CSR kami jelas untuk kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...