JEMAAT GKI YASMIN MENERIMA SOLUSI BERBAGI LAHAN SEBAGAI BENTUK PENGUATAN BHINEKA TUNGGAL IKA

MENARAnews, Jakarta (DKI Jakarta) – Puluhan jemaat yang terdiri dari jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, Bogor, bersama jemaat jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia, Bekasi, kembali berkumpul melaksanakan ibadah mingguan di seberang Istana Merdeka, Jakarta, (28/5/2017)
Ibadah tersebut disebut sebagai ibadah perjuangan karena 2 gereja Sah di Bogor dan di Bekasi tersebut masih disegel oleh pemerintah setempat, Kotamadya Bogor dan Kabupaten Bekasi sehingga Jemaat tidak dapat menggunakan ke-2 gereja yang sah dan berizin.
“sebagai satu sarana mengingatkan kepada pemerintah pusat siapapun presidennya, bahwa presiden punya tanggung jawab konstitusional untuk memastikan bahwa hukum nasional dan konstitusi nasional akan dipatuhi semua bagian pemerintahan Republik Indonesia termasuk Pemerintah Daerah sehingga tidak ada pemerintah daerah manapun di wilayah Republik Indonesia yang merasa menjadi raja raja kecil yang kemudian seakan merasa tidak memiliki kewajiban untuk mematuhi konstitusi nasional tersebut” ungkap Juru Bicara  GKI yasmin, Bona Sigalingging saat ditemui di lokasi ibadah.
Meskipun saat pelaksanaan ibadah cuaca terlihat mendung seakan hari mau hujan, para jemaat tetap khusyuk melaksanakan ibadah dan mendengarkan Khotbah Pendeta serta diakhir ibadahnya para jemaat juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ibadah hari minggu tersebut merupakan ibadah ke-145 yang dilaksanakan jemaat GKI Yasmin bersama HKBP Filadelfia dan akan terus dilaksanakan hingga menunggu keputusan dari masing-masing pemerintah setempat memberikan izin untuk kembali mengunakan Gereja yang telah disegel.
Perkembangan terakhir bahwa Wali Kota Bogor telah secara resmi mengirimkan surat kepada pengurus Gereja GKI di tingkat pusat guna menyelesaikan kasus GKI Yasmin. “sekitar 2 minggu yang lalu, Walikota Secara Resmi telah mengirimkan surat kepada Sinode untuk menyelesaikan masalah GKI Yasmin dan untuk menguatkan simbol Bhineka Tunggal Ika maka Walikota Bogor, Bima Arya memiliki dan menyampaikan gagasan mendirikan GKI Yasmin sekaligus sebuah masjid yang didirikan secara berdampingan secara bersamaan sebagai simbol Bhineka Tunggal Ika yang adalah sebuah keniscayaan dan Bogor menjadi salah satu bukti bahwa Bhineka Tunggal Ika itu, bukan hanya slogan tetapi bukti nyata.” Tambah Bona.
Bona dan segenap jemaat GKI Yasmin mengharapkan jika telah ada keputusan, agar gereja segera dibuka dan konsep berbagai lahan segera dinyatakan guna membuktikan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa hidup berdampingan dengan berbeda merupakan hal yang sangat mungkin jika memang ada niatan untuk melakukannya.
Konsep berbagi lahan juga dapat menegaskan bahwa Bhineka Tunggal Ika tidak hanya sebagai slogan yang terus dipelajari tetapi dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari dengan pendirian gereja dan masjid di satu lokasi serta berkehidupan masyarakat secara berdampingan yang berbeda latar belakang. (OR)
Comments
Loading...