Jalan Rusak, Komisi C DPRD Tubaba Akan Panggil Pengusaha Singkong

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Paisol, SH, dalam waktu dekat akan memanggil pengusaha lapak singkong yang berada di wilayah utara kabupaten setempat. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan hancurnya jalan kabupaten yang diakibatkan kendaraan perusahaan mengangkut singkong melebihi kelas jalan.

“Jalan kabupaten hanya bisa dilalui kendaraan dengan muatan seberat 3 sampai 5 tonase. Tetapi kendaraan dari lapak-lapak perusahaan mengangkut singkong bisa mencapai 11-15 tonase. Akibatnya jalan kabupaten wilayah utara banyak yang rusak parah, ditambah intensitas hujan akhir-akhir ini tinggi,” kata dia, Rabu (3/5/2017) kemarin.

Paisol menambahkan pemanggilan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari hasil sidak Komisi C DPRD Tubaba yang didampingi oleh Dinas Perhubungan, Satpol PP, Kepolisian, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan camat pada Selasa (2/5/2017) lalu, “ada 3 lapak singkong milik Perusahaan Bumi Waras (BW), 2 milik Lambang Jaya, dan 1 milik pribadi. Semuanya kendaraan pengangkut singkong mereka melebihi tonase sehingga menyebabkan kondisi jalan hancur,” terangnya.

Menurut Paisol, seharusnya perusahaan tersebut bisa ikut menjaga hasil pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah. Bahkan dalam aturan, mereka berkewajiban untuk memperbaiki jalan rusak yang selalu mereka lintasi. Salah satunya upaya menjaga jalan tersebut tidak melintasi jalan-jalan kampung (tiyuh), jalan poros kabupaten, tetapi mereka dapat melintasi jalan provinsi yang memang sudah sesuai dengan kelas jalan. Hingga saat ini tidak sedikit, jalan-jalan kabupaten yang telah diperbaiki oleh pemerintah bahkan sudah di hotmix kondisinya menjadi rusak parah akibat kendaraan yang melebihi tonase tersebut. “Waktu pemanggilan pihak perusahaan tersebut sekitar diatas tanggal 10 Mei,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tubaba mengatakan, nantinya setelah dilakukan pemanggilan pihak perusahaan tersebut, rencananya akan membuat kesepakatan sama-sama menjaga kondisi jalan di wilayah utara kabupaten, utamanya kendaraan perusahaan tidak mengangkut singkong melebihi kelas jalan, dan sanggup memperbaiki jalan yang rusak yang sering dilalui oleh kendaraan perusahaan tersebut, “Kalau memang pihak perusahaan tidak mengikuti aturan yang ada bahkan selalu mengangkut melebihi tonase kelas jalan, kita akan melakukan tindakan,” singkatnya.  (JE/RZ)

Comments
Loading...