Ini Rusaknya Infrastruktur Jalan Km 21 Desa Mintin Pulpis

MENARAnews, Pulang Pisau (Kalteng) – Jalan rusak mulai terdapat di wilayah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yakni tepatnya di km 21 Desa Mintin yang kerusakan jalannya cukup parah.

“Dimana, terdapat kubangan besar yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, baik roda 2 maupun roda 4. Saking kesalnya belum mendapat perbaikan, warga menaruh kursi plastik, tetapi hancur di tabrak truk,” kata Sis warga Mintin.

Kerusakan jalan di sepanjang jalan Trans Kalimantan Desa Mintin, Kabupaten Pulang Pisau sudah sering kali menelan korban lakalantas. Sudah sering kali, pengendara sepeda motor terjatuh akibat jalan rusak itu.

“Beberapa hari lalu, seorang pengendara sepeda motor berboncengan dengan istrinya, terjatuh dilokasi ini. Akibatnya, salah satu dari mereka mengalami patah tangan yang cukup serius. Makanya, kemarin warga memberi tanda dengan menaruh kursi, agar pengendara berhati-hati” pungkasnya.

Menanggapi jalan rusak tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau dari Fraksi Nasdem Ahmad Jayadikarta saat di konfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, dari pantauannya beberapa waktu lalu jalan rusak di sepanjang Trans Kalimantan Desa Mintin sudah mendapat perbaikan.

Tetapi, pekerjaan perbaikan jalan tersebut tidak dilakukan dengan maksimal, karena masih terdapat bekas lubang yang diameternya besar dibiarkan begitu saja. Belum lagi, kerusakan yang terdapat di Km 24 Desa Mintin kata Jayadi, titik kerusakan terdapat kiri kanan, tepati yang di perbaiki hanya sebelah saja.

Kita menghimbau kepada dinas PU Provinsi Kalimantan Tengah agar segera melakukan perbaikan jalan yang rusak, mengingat sebentar lagi kita akan menyambut perayaan Idul Fitri dan akan ada arus mudik. Kalau infrastruktur jalan sudah baik, tentu masyarakat akan nyaman dalam perjalanan

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa selaku anggota DPRD Pulang Pisau pihaknya menghimbau kepada dinas terkait agar segera melakukan monitoring dan peninjuan kelapangan untuk melihat hasil penambalan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Karena pihaknya menduga lanjut Jayadi, kurangnya monitoring dan pengawasan dari dinas terkait, menyebabkan hasil yang tidak maksimal.

“Kenapa penambalan jalan ini tidak dilakukan dengan tuntas dan terkesan dikerjakan setengah hati, lubang ini sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi kenapa dibiarkan, ” pungkasnya. (kontributor)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...