Ini Penjelasan Humas PT. SUS Terkait Pengerjaan Rel Kereta Katingan Gunung Mas

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Tudingan mengenai pengerjaan rel kereta api khsusu yang menghubung antara dua Kabupaten di Kalimantan Tengah yakni Kabupaten Katingan dan Gunung Mas yang rencananya untuk angkutan batu bara yang tidak sesuai dengan aturan, mendapat tanggapan dari pihak PT. Sinar Usaha Sejati (PT.SUS).

Melalui H. Muhammad Asera selaku penerima kuasa khusus untuk melakukan sosialisasi terhadap kegiatan tersebut menjelaskan, pihak perusahaan tidak mungkin berani mengerjakan jika tidak ada “sinyal” dari pusat untuk melakukan kegiatan, dengan alasan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Kalau mereka tidak diberi “sinyal” dari Pusat, pihak perusahaan tidak akan mungkin berani mengerjakan kegiatan pembangunan rel kereta api. Namun, kelemahan perusahaan, mereka tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Itu aja,” jelas H. Asera, Sabtu (20/05) di Palangka Raya.

Justru itulah ujarnya, pihak perusahaan menunjuk dirinya sebagai Hubungan Masyarakat (Humas) sekaligus untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Perlu diketahui ujarnya lagi, dirinya ditunjuk sebagai Humas tidak menerima gaji satu senpun dari perusahaan.

Berdasarkan informasi yang disampaikannya, dokumen perizinan yang dilengkapi oleh pihak PT.SUS. dan berstatus sudah diterbitkan, diantaranya seperti rekomendasi terhadap kesesuaian dari penataan ruang, persetujuan Gubernur, Amdal (Andal, RKL, RPL) untuk Tersus dan Jalan Kereta Api.

Selanjutnya Izin Lingkungan, dan Penataan Lokasi Tersus dan Penetapan Trase Jalur Kereta Api rekomendasi dari Bupati Katingan dan Gunung Mas sudah diterbitkan. Adapun yang saat ini masih diproses perizinannya diantaranya seperti Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Konstruksi dan Operasi.

Rekomendasi PTSP dari BKPM masih berproses, Permohonan ke Kementrian Perhubungan, sudah diajukan sudah lengkap dan sudah diajukan, Izin Pesetujuan Prinsip Pengembangan Perkeretaapian Khusus dan Izin Pengembangan Perkeretaapian Khusus juga masih diproses.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...