Ini Kesimpulan Aksi Supir Truk Dengan Pemprov Kalteng

Lokasi Ditentukan, Izin Diproses, dan Harga Kembali Normal

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Setelah ratusan armada supir truk pengangkut pasir melakukan aksi unjuk rasa lebih kurang 5 jam lamanya di depan Kantor Gubenur Kalteng Jl.G. Obos Km.1 Kota Palangka Raya, Rabu (03/05), Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng akhirnya mengabulkan tuntutan massa untuk bekerja seperti biasa besok pagi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pj.Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Syahrin Daulay mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang ketika itu menemui masyarakat. Bahkan sekitar 5 perwakilan dari massa aksi dipersilahkan untuk memasuki halaman Kantor Gubenur Kalteng untuk membicarakannya lebih lanjut.

Syahrin Daulay sebelumnya menyampaikan, dirinya ditugaskan untuk membicarakan persoalan tuntutan yang disampaikan massa, dimana pak Gubenur Kalteng sendiri saat ini masih berada di Jakarta mengikuti rapat terkait Tata Ruang Wilayah Kalteng.

“Terkait dengan rencana perizinan tambang Galian C yang sudah dikeluarkan dan diberikan izin ada tiga lokasi, yakni Km.23, dan Km.28. Kalau untuk Km. 23 ada permasalahan jalan masuk,” jalas Syahrin Daulay.

Pihaknya mengaku, saat ini tengah melakukan sejumlah upaya seperti melakukan koordinasi terkait persoalan jalan masuk di lokasi yang dimaksudkan sebelumnya. Bahkan dalam waktu satu atau dua hari nanti dimungkinkan akan dibangun jalan sendiri untuk masuk ke lokasi.

Adapun upaya pemerintah sendiri dalam menyelesaikan persoalan Galian C yakni, ada sekitar 17 sampai dengan 22 usulan perizinan yang sudah masuk. Namun lanjutnya lagi, Pemerintah Daerah perlu memastikan apakah lahan yang diusulkan tersebut tidak bermasalah dengan kawasan baik kawasan hutan atau kawasan konservasi.

“Jadi kita perlu waktu satu sampai dua hari untuk melakukan pengecekan di lapangan. Kalau lokasi Galian C yang dimohonkan masuk kawasan APL (Area Penggunaan Lain.red) akan kita lanjutkan. Tapi kalau lokasi kawasan masuk wilayah konservasi dan sebagainya, tidak bisa kita lanjutkan,” jelasnya lebih dalam.

Pemerintah Daerah akan berjanji secepatnya akan mengeluarkan izin terkait lokasi Galian C yang sudah diusulkan sebelumnya. Tentu ujarnya lagi menambahkan, perlu dilakukan pengecekan lokasi sebelumnya. Dan ini akan dilakukan secepatnya.

Berdasarkan hasil perundingan antara perwakilan massa aksi unjuk rasa dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng. telah disepakati, ada beberapa titik lokasi Galian C yang dibuka diantaranya lokasi Penarung, Mahir Mahar, Km.13, Km.18, Km.19, Km.23, dan Km. 38. Tidak hanya itu hasil kesepakatan pada saat itu, harga pasir kembali normal.

Yakni untuk harga pasir granit Rp.50.000 di jual dengan harga Rp.175.000 per ret. Untuk harga pasir pasang di lokasi Rp.100.000 dijual dengan harga sekitar Rp.350.000 sampai Rp.450.000 per ritnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...