Ini Kata Sekretaris FPI Pandeglang Tentang Aksi Simpatik 55 Di Jakarta

MENARAnews, Serang (Banten) – Kasus Penistaan Agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbuntut panjang hingga ke daerah-daerah. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya aksi-aksi lokal di berbagai daerah hingga aksi yang dipusatkan di DKI Jakarta, terutama dalam waktu dekat yaitu aksi simpatik 55.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris DPW Front Pembela Islam (FPI) Ustad Makmun menuturkan, tuntutan yang diberikan ke Ahok terbilang cukup ringan, padahal pasal yang didakwakan kepada Ahok adalah paasal 156A yang tercantum didalamnya tuntutan maksimal 5 tahun penjara.

“Kami merasa kecewa terhadap Jaksa Penuntut Umum karena seolah-olah tidak netral atau menjadi pembela Ahok. Oleh karena itu, dengan berbagai macam elemen masyarakat di Banten, dari mulai kalangan pengacara, santri, kiyai, para ulama di Banten tidak setuju dengan tuntutan yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum” ujar Ustad Makmun saat diwawancarai Wartawan MENARAnews usat mengikuti aksi damai di depan Pengadilan Tinggi Banten.

Saat ditanya terkait partisipasi FPI Pandeglang dalam aksi simpatik 55, dirinya menjelaskan bahwa pihaknya membeberkan bahwa keberangkatan dalam rangka aksi simpatik 55 dilakukan secara diaspora dan tidak mengatasnamakan FPI Pandeglang, pasalnya koordinator aksi tersebut langsung dari FPI Pusat dan GNPF MUI Pusat.

“Sebanarnya dari FPI dan pergerakan umat islam Insyaa Allah juga akan turun tapi koordinatornya itu dari (FPI) pusat langsung dan dari GNPF pusat untuk datang istigasah bersama di Masjid Istiqlal dan mengadakan aksi simpatik 55 untuk memberikan dukungan kepada Hakim nanti, tidak lebih”, jelasnya.

Ia menambahkan, partisipasi FPI Pandeglang tanpa ada instruksi yang terorganisir, hanya dilakukan sesuai dengan hati nurani masing-masing sehingga tidak ada titik kumpul sebelum berangkat ke Jakarta.

“Jadi berangkat diaspora, sendiri-sendiri, tidak ada titik kumpul, tidak ada instruksi, tidak ada kelompok-kelompok, silakan yang mau berangkat, berangkat ke Istiqlal. Bahkan, dari kami dan sekertaris wilayah tidak membuat surat, tidak membuat instruksi. Kita masing-masing aja.

Ia berharap, pelaku penista agama Ahok agar dituntut seadil-adilnya untuk menghindari munculnya penista agama selanjutnya. “Harapannya penjarakan Ahok seadil-adilnya, itu saja, tidak lebih. Kalaupun nanti sampai dituntut bebas, ini pencitraan buruk bagi keadilan di Indonesia. Ini jadi bahaya, nanti akan muncul penghina-penghina Al-Quran, penista-penista agama yang lainnya dengan mudah karena dituntutnya mudah (ringan), apalagi penistanya penguasa yang berduit”, tegasnya. (IY)

 

Comments
Loading...