Ikut Aksi Simpatik PRD Semarang, Warga Banjar Dowo Inginkan Keadilan

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Dalam aksi yang digelar oleh PRD Semarang di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (17/05/2017), anak-anak juga diajak untuk meramaikan aksi.

Hal tersebut merupakan simbol kesengsaraan rakyat kecil, yang sedang dirasakan oleh sebagian massa aksi. Mereka menuntut keadilan kepada pemerintah, karena beberapa waktu yang lalu tempat tinggalnya digusur oleh pemilik modal.

“Kedatangan PRD ke depan Kantor Gubernur salah satunya untuk mengadu kepada pemerintah bahwa masyarakat Rt 03/Rw 01 Desa Banjar Dowo, Kec. Genuk, Kab. Semarang, sedang terdzolimi akibat tempat tinggalnya digusur oleh pemilik modal,” kata Ketua PRD Semarang John Arie Nugroho saat audiensi dengan pihak DPRD Jawa Tengah.

Dia menambahkan, tanah yang ditempati oleh masyarakat tersebut merupakan milik pemerintah, yaitu Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

“Penggusuran secara sepihak yang dilakukan oleh PT Padu Daya adalah perbuatan melanggar hukum,” tegasnya.

Sementara itu, menurut salah satu warga Banjar Dowo, Siti Khoiriyah, pihak PT Padu Daya secara sepihak mengusir warga dari tanah milik Dinas PSDA pada tanggal 14 Februari 2017 dengan memberikan uang tali asih sebesar Rp 5 juta kepada 17 KK.

“Padahal kami sudah mendapatkan izin dari Dinas PSDA untuk menggunakan tanah tersebut, bahkan hingga saat ini kami masih membayar retribusinya,” jelasnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Sukirman (Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah) yang menerima perwakilan massa dalam audiensi, menyampaikan bahwa aspirasi warga Banjar Dowo akan segera ditindaklanjuti.

“Kami akan memanggil Dinas PSDA pada hari Selasa, 23 Mei 2017 untuk melakukan klarifikasi. Oleh karena itu, diharapkan perwakilan warga yang didampingi oleh PRD Semarang untuk ikut dalam audiensi tersebut,” jelasnya kepada warga Banjar Dowo. (da)

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...