GP Anshor Bali Waspada Gerakan Kelompok Radikal Lebih “Soft”

MENARAnews, Denpasar (Bali) – Paska pernyataan Menko Polhukam Wiranto terkait pembubaran HTI, perlunya diwaspadai akan adanya pihak-pihak yang tidak mendukung dan bersembunyi dibalik ungkapan setuju dengan melakukan gerakan yang halus sambil menunggu dukungan dan massa yang banyak. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kota Denpasar Munajaturrahman di Denpasar terkait dengan perkembangan kelompok radikal di Provinsi Bali paska pembubaran HTI (10/5/2017).

“Gerakan ormas radikal sekarang lebih soft, itu yang perlu dicermati bersama karena tidak mudah untuk menjelaskan dan mengatakan bahwa mereka dari kelompok tertentu, namun mempunyai tujuan yang sama seperti HTI,” ungkap Munajaturrahman.

Pihaknya mengungkapkan beberapa cara untuk mengetahui ormas radikal atau bukan. “Untuk mengetahui mereka itu radikal atau bukan kita harus dapat memahami bagaimana terbentuknya ormas tersebut, tujuannya, siapa pemimpin diatasnya, dan aktivitasnya apa saja termasuk dalam menyebarkan faham mereka, sehingga meski dengan gerakan yang berbeda dapat diketahui. Melalui gerakan mereka tidak radikal bertujuan untuk merubah cara berpikir dan budaya masyarakat lokal dengan mindset impor,” paparnya.

Sementara itu, upaya yang dilakukan GP Anshor dalam berperan turut menjaga keutuhan NKRI adalah dengan menjaga budaya lokal, memasifkan Non Government Organisation (NGO) GP Anshor di setiap Kabupaten/Kota di Bali untuk mendampingi masyarakat. Selain itu, membentuk PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) sebagai organ ekstra kampus di beberapa kampus di wilayah Bali dan melakukan counter media serta berkoordinasi dengan aparat Kepolisian/TNI di Bali.

Harapannya terkait pembubaran HTI agar dapat dibubarkan sampai dengan akar-akarnya karena kemungkinan besar mereka akan muncul kembali namun dengan nama yang berbeda.

Perlu diketahui bahwasanya GP Anshor di Provinsi Bali sudah berdiri sejak 1989 dengan 7 periode dan 4 tahun sekali pergantian massa kepemimpinan. Sejak tahun 1999 sesuai instruksi Nahdatul Ulama (NU) Pusat, GP Anshor bertugas memantau gerakan ormas radikal, namun pada saat itu tidak intensif dan kembali intensif sejak 2001. Pada dasarnya GP Anshor membantu disegala lini serta menyikapi perkembangan isu-isu Islam kiri.

Adapun rencana kegiatan terdekat yang dilakukan GP Anshor Denpasar yaitu pada 14 Mei 2017 akan melaksanakan Apel Kebangsaan Barisan Anshor Serbaguna (Banser) di Lapangan Lumintang Denpasar. Kegiatan yang lain akan menghadiri seminar bertema: “Menjaga Pancasila Menolak Khilafah” pada 20 Mei 2017, pukul 09.00 Wita; dan sore harinya, di Sandi Murthi Renon, Denpasar akan menghadiri kegiatan pentas seni dalam rangka menjaga keutuhan NKRI. (NN)
Editor: N. Arditya

Comments
Loading...