GNPF MUI Kab. Cianjur : “Umat Islam Cianjur memprotes keras atas kejahatan Jaksa yang telah membela penista agama”

MENARAnews, kab. Cianjur (Jawa Barat) – Ribuan umat muslim Cianjur yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI kabupaten Cianjur (GNPF Kab. Cianjur) dan Konsorsium Ormas Islam Cianjur (KOIC) menggelar Aksi bela Islam dalam menyikapi tuntutan dakwaan JPU atas kasus dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama di kantor pengadilan Negeri Cianjur dan Kantor Kejaksaan Negeri Cianjur. (3/5/2017)

Aksi damai Bela Islam kabupaten Cianjur tersebut yang dipimpin KH. Drs. Umar Burhanudin, ketua GNPF-MUI Kab. Cianjur dan H. Ahmad Yani, Ketua Pembina GNPF-MUI Kab. Cianjur, menuntut agar

mencopot HM Prasetyo dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Agung Republik Indonesia karena diduga tidak profesional dan tidak independen dan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas tindakan jpu dan menyatakan sikap kecewa serta mengecam terhadap tuntutan yang telah dibacakan oleh JPU dalam persidangan kasus penistaan agama yang telah dilakukan oleh Ahok karena JPU telah memperlihatkan sikap yang tidak independen.

“Umat muslim di Kabupaten Cianjur terluka dengan kejadian yang menimpa di negeri ini, yang menimpa bangsa ini, yang disebabkan oleh Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok. Niat kami hanya satu yaitu hanya ingin menyampaikan rasa kekecewaan kami atas tuntutan yang diberikan kepada saudara Ahok dan kami harapkan Kepala Kejaksaan dan kepala Pengadilan Cianjur dapat menyampaikan aspirasi kami serta yang menjadi rasa kekecewaan kami.” ungkap H. Ahmad Yani.

Masjid Qubro Abdulaah Bin Nuh Kelurahan Bojongherang Kecamatan cianjur menjadj titikk Start massa aksi menggelar longmarch menuju kantor pengadilan Negeri Cianjur dan Kantor Kejaksaan Negeri Cianjur untuk berorasi dan menyampaikan pernyataan bersama umat Islam Cianjur kepada ketua Pengadilan Negeri dan kepala Kejaksaan Negeri Cianjur.

“apa yang kami ingin sampaikan tertulis dispanduk yang kami buat, seperti kami umat Islam Cianjur memprotes keras atas kejahatan Jaksa yang telah membela penista agama, Ayo penjarakan Ahok dan Pak Hakim yang terhormat seluruh rakyat NKRI sudah tahu bahwa Ahok kalah Pilkada disebabkan dia sudah menistakan agama (156a) bukan menistakan golongan (KUHP 156)” tambah Umar Burhanudin

Sebelum menyerahkan pernyataan sikapnya, Pimpinan massa aksi, KH. Drs. Umar Burhanudin membacakan pernyataan sikap, yaitu :

1) Bahwa kami sangat kecewa dan mengecam terhadap hal yang telah dibacakan oleh Kasus Agama yang telah dilakukan oleh JPU yang telah menunjukkan sikapnya yang tidak independen memberikan yang sangat

2) Bahwa kami sangat mendukung kepada para Hakim lebih Berat kepada Ahok, diatas terjerat Penista Agama

3) Bahwa kami memprotes keras atas kejahatan Jaksa yang telah mebela penista agama.

4) Bahwa kami mendesak kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. H Joko Widodo untuk mencopot H M. Prasetyo dari Jabatannya sebagai Kejaksaan Agung Republik Indonesia, karena tidak ada profesional dan tidak independen dan sebagai pertanggungjawaban moral atas tindakan lPU tersebut

Selesai membacakan pernyataan sikapnya, pimpinan massa aksi menyerahkannyan kepada kepala pengadilan dan kepala kejaksaan cianjur kemudian massa aksi menggelar longmarch kembali ke Masjid Qubro dengan tertib. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewan terhadap JPU pada pengadilan penistaan agama oleh Ahok serta menuntut Jaksa Agung mundur dari jabatannya. (OR)

Comments
Loading...