Portal Berita Online Indonesia

Duh, Baru Dibangun Dermaga Ini Nyaris Ambruk

MENARAnews, Kuala Kapuas – Baru saja dibangun tahun 2016 lalu, bangunan dermaga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maritim di Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas kondisinya saat ini nyaris ambruk. Hal ini pun menuai pertanyaan wakil rakyat di daerah itu.

“Padahal baru saja dibangun sudah hampir roboh,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kapuas, Kunanto saat rapat dengar pendapat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kapuas, Selasa (16/5/2017).

Karenanya, dalam rapat dengar pendapat Komisi III pun meminta penjelasan Kepala Dishub Kapuas H Made Sumartha terkait pembangunan dermaga tersebut. “Mohon Kadishub bisa menjelaskan, karena kemiringan bangunan dermaga itu saat ini bisa dikatakan sudah hampir roboh, kami kuatir nanti bisa menimpa siswa,” ujar Kunanto.

Hanya saja Kepala Dinas Perhubungan Kapuas H Made Sumartha, menyatakan tidak mengetahui kegiatan pembangunan dermaga tersebut. Karena menurut Made, dirinya baru menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, tepatnya pada 4 Januari 2017. “Sehingga kegiatan pembuatan dermaga SMK Maritim di Kecamatan Kapuas Kuala saya tidak tahu secara persis,” katanya.

Namun demikian, mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMDes) Kapuas ini menyatakan kesiapannya, untuk bersama-sama dengan Komisi III turun kelapangan mengecek langsung dermaga itu. “Kalau memang itu harus diperbaiki maka nanti akan kita perbaiki,” tutur Made.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) proyek pembangunan dermaga tersebut, Karyadie mengungkapkan, anggaran pembangunan dermaga SMK Maritim Kapuas Kuala sebesar Rp 174 juta bersumber dari APBD tahun 2016. Karena minimnya anggaran untuk pembangunannya, maka dermaga itu pun dibangun menggunakan kayu jenis banuas. “Anggaran pembangunannya memang minim sehingga kita gunakan kayu banuas untuk pembangunannya,” ungkapnya.

Nah, terkait nyaris ambruknya dermaga itu saat ini, Karyadie pun mengaku tidak mengetahui penyebabnya, apakah karena alam atau karena kontruksi. “Penyebabnya kami belum tahu, oleh sebab itu nanti akan kita evaluasi dengan meninjau langsung ke lapangan untuk kemudian menentukan tindakan selanjutnya,” katanya kepada Menaranews.com usai mengikuti rapat dengar pendapat. (irf)

 Editor: Hidayat