DKPP Palangka Siapkan 40 Hektar Budidaya Cabai dan 80 Hektar Budidaya Bawang

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Untuk membantu mengantisipasi terjadinya kelangkaan komoditas tertentu akibat tingginya permintaan konsumen, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan yang kerap muncul fenomena kenaikan harga bahan pangan, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, telah melakukan pengembangan budidaya cabai dan budidaya bawang merah.

“Kita telah mengembangkan budidaya tanam cabai dengan ketersediaan lahan 40 hektar dan budidaya bawang merah dengan ketersediaan lahan 80 hektar. Hal ini dilakukan untuk membantu mengantisipasi  terjadinya kelangkaan dan menjaga keseimbangan pada dua komoditas ini, sehingga sewaktu-waktu hasilnya bisa didistribusikan,” ungkap Kepala DKPP Kota Palangka Raya Ikhwansyah, Jumat  (5/5).

Menurutnya, sambutan masyarakat terutama petani atas program DKPP sangat baik, seperti budidaya cabai telah digerakkan pengembangannya pada lahan 40 hektar.

Sedangkan  untuk 80 hektare lahan bawang merah, Ikhwansyah mengaku baru 40 hektare yang dimanfaatkan petani baik untuk budidaya maupun pembibitan bawang. Sedangkan sisanya 40 hektare masih kosong atau belum termanfaatkan. Namun secara perlahan akan tetap dilakukan pembudidayaan oleh para petani.

“Bila dilihat pengembangan budidaya cabai dan bawang dengan memanfaatkan lahan seluas itu, maka  setengah hasilnya dapat dijual ke pasaran. Sedangkan sisanya dimanfaatkan petani sebagai tempat penangkaran atau pembibitan, yang nantinya dibudidayakan kembali,” sebut dia.

Dilanjutkan Ikhwansyah, disediakannya lahan budidaya cabai dan budidaya bawang tersebut, tidak lain untuk menarik minat petani dalam membudidayakan kedua komoditas tersebut.

Disisi lain, tentu melalui ketersediaan lahan untuk komoditas cabai dan bawang merah akan lebih menggeliatkan sektor pertanian di wilayah Palangka Raya yang memang belum sepenuhnya dikembangkan secara maksimal.

“Ini merupakan program membantu petani untuk berkembang dan berikut manfaat serta keuntungannya. Disisi lain, program tersebut merupakan  bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Karena sewaktu-waktu hasil produk dari dua komoditas tersebut juga selalu diperlukan masyarakat. Salah satunya membantu mengantisipasi terjadinya kelangkaan komoditas akibat tingginya permintaan konsumen, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan,” cetusnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...