Disnak Tubaba Targetkan 4000 Ekor Sapi Dalam Program Percepatan Pemerintah Pusat

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Dinas Peternakan Kabupaten Tulangbawang Barat, meluncurkan target 4000 ekor sapi dalam program upaya khusus (upsus) percepatan peningkatan populasi sapi wajib bunting tahun 2017 terakomudir. Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

Upsus percepatan peningkatan sapi indukan wajib bunting (siwab) tersebut, merupakan program Kementerian Pertanian RI 2017. Hal itu dilakukan sebagai upaya khusus mewujudkan komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi. “Tujuan program upsus siwab adalah untuk peningkatan populasi sapi melalui kelahiran pedet dengan cara inseminasi buatan,” kata Kadis Disnak Nasarudin, Selasa (16/5/2017).

Dari 17.300 ekor populasi ternak sapi di Tubaba sekitar 45 persen atau sebanyak 8000 ekor merupakan sapi betina produktif. Sedangkan kuota program Upsus 2017 Tubaba sebanyak 4000 ekor. “Pelaksanaan programnya sudah mulai kita lakukan sejak Januari lalu. Sampai saat ini sudah sekitar 1.000 ekor sapi betina produktif yang sudah di IB, sedangkan untuk pelayanan kesehatan mencapai 1.200 ekor,” terangnya

Dalam program upsus siwab 2017, menurut Kadis Peternakan, merupakan pelayanan inseminasi buatan atau kawin suntik yang diberikan gratis satu kali setiap ekor ternak sapi betina yang telah diidentifikasi. “Pelayanan inseminasi buatan hanya untuk sapi yang tidak mengalami gangguan reproduksi permanen. Program upsus siwab ini didanai dari APBN melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung,” jelasnya

Adapun pelayanan yang diberikan melalui program ini antara lain kesehatan hewan, gangguan reproduksi, pemeriksaan kebuntingan, pemberian obat cacing. Selain pelayanan, ada juga bantuan Hijauan Makanan Ternak (HMT) yang diberikan dalam bentuk bibit. Sedangkan pakan dalam bentuk konsentrat diberikan melalui kelompok. Namun bantuan dalam program ini bukan dalam bentuk uang, tetapi berupa pelayanan dan bantuan penunjang kesehatan hewan.

Dalam melaksanakan program tersebut, pihaknya melibatkan semua petugas peternakan, mulai dari petugas kesehatan hewan, hingga petugas IB (Inseminasi Buatan), serta kelompok peternak. Untuk tingkat kabupaten katanya, pihaknya membentuk tim khusus. Sedangkan dalam pelaksanaan program di lapangan didampingi oleh Badan Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sembawa, Sumatera Selatan selaku Tim Supervisi program Upsus Siwab di Kabupaten Tubaba.

Dia menambahkan, meski program itu baru mulai digulirkan pada tahun ini, namun manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat khususnya para peternak sapi. Yang pertama, pelayanannya menjadi rutinitas atau dilakukan terus menerus. Kedua, sangat meringankan masyarakat, karena semuanya gratis, tidak dipungut biaya. “Kita berharap program ini berjalan sukses dan hasil nyatanya dapat meningkatkan angka kelahiran ternak Sapi di Tubaba. Petugas kami rutin kelapangan, tapi masyarakat juga diharapkan dapat melapor kepada petugas jika ternaknya butuh penanganan,” pungkasnya. (JE/RZ)

Comments
Loading...