Dinilai Organisasi Anti Pancasila Dan Bahayakan Pluralisme di Papua, GP Ansor Tuntut HTI Dibubarkan

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Amir M. Madubun, mengatakan, HTI yang saat ini sudah masuk di Papua dan Papua Barat sudah menjadikan kepanikan bersama.

“Merujuk pada Papua adalah daerah yang menjunjung tinggi Pluralisme dan menperkokoh NKRI dan ideologi Pancasila, maka Persoalan HTI yang notabene memiliki konsep khilafah, maka sudah sepatutnya negara menolak keberadaan mereka,”kata Amir, Kamis (6/5/2017).

HTI, kata Amir penolakan terhadap HTI juga disuarakan oleh pimpinan Nahdatul Ulama, dan Pihak Kapolri, yang menegaskan pembubaran organisasi radikal.

“Nah apa yang kita lakukan di Papua atas organisasi ini menjadi tanggungjawab bersama, bukan hanya pemerintah. Tanggungjawab moral juga milik kita bersama dalam rangka menjaga koridor Papua tetap dalam NKRI,”ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama Gerakan Papua Cinta Damai dan Keberagaman akan menggelar aksi demo ke kantor Gubernur Papua, dengan tuntutan pembubaran HTI di Papua.

“Pemerintah harus membubarkan HTI, dan GP Anshor sudah jauh-jauh hari menolak HTI dan ini sebagai warning karena pemerintah pernah mengijinkan HTI membuat kegiatan di RRI dan kami himbau seluruh lembaga Pemerintahan agar Kanwil Agama Provinsi Papua membuat edaran untuk menolak HTI,”tegasnya.

Sementara Humas HTI Papua Abdul Wahid, menganggap pendapat pihak GP Ansor atas organisasi HTI salah paham atas konsep Khilafah yang diusung HTI.

“Khilafah itu bagian dari ajaran islam. Didalam islam itu ada fiqh ibadah, muamalat, fiqh keluarga, ada ajaran shalat, puasa, zakat dll. Termasuk ajaran tentang kepemimpinan (khilafah), dan banyak dalam kitab-kitab kuning ( kitab ulama) yang membahas tentang itu,”ungkap Abdul.

Sehingga, pihaknya menganggap dengan penolakan terhadap Khilafah, sama halnya menolak ajaran islam.

“Menolak tentang khilafah sama dengan menolak ajaran islam, dan apakah berani teman-teman anshor menolak ajaran islam ?,”tanyanya.

Sementara, atas tudingan HTI menjadi organisasi yang memecah belah persatuan Indonesia. Abdul menegaskan jika justru sejak awal HTI berbicara penyelamatan Indonesia, bukan sebaliknya.

“Karena saat ini negeri yang kaya ini sedang dikuasai oleh ideologi asing berupa ideologi sekuler dan menjauhkan masyarakat  dengan islam. Jadi HTI justru berjuang untuk kebaikan negeri ini sebagai bentuk cinta HTI terhadap indonesia,”katanya.

Dirinya mengingatkan, jika saat ini perlu disadari oleh kita semua bahwa kita sedang diancam oleh upaya besar untuk menghadang laju kebangkitan umat islam, maka munculah pihak-pihak yang melakukan proyek adu domba terhadap umat islam. Antar sesama umat islam di skenariokn agar saling bermusuhan.

“Tapi HTI tidak akan pernah terpengaruh dengan upaya adu domba tersebut karen justru itu akan merugikan umat islam sendiri,”katanya. (Surya)

Comments
Loading...