Dinas Pertanian Kapuas Juga Akan Kembangkan Padi Organik

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Selain mengembangkan budidaya tanaman padi tekhnologi hazton. Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pertanian juga akan mengembangkan tanaman padi organik dengan luasan lahan 20 hektar di Kecamatan Tamban Catur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Anjono Bhakti melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan, Jarwadi, mengatakan, kegiatan pengembangan padi organik direncanakan pada September-Oktober 2017 mendatang. “Untuk padi organik ini anggarannya juga bersumber dari APBN,” katanya di Kuala Kapuas, Jumat (19/5/2017).

Kegiatan pengembangan padi organik di Kabupaten Kapuas juga akan didukung dengan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO). “Jadi, lengkap pengembangan budidayanya. Ada alatnya, termasuk juga ternaknya. Harapannya nanti kita sesuaikan dengan kondisi anggaran, apakah itu bisa menggunakan ternak sapi atau kambing,” terang Jarwadi.

Masih melalui dana APBN, Dinas Pertanian Kapuas tahun ini juga akan mengembangkan budidaya tanaman padi hibrida, namun untuk realisasinya masih dalam proses. “Untuk padi hibrida masih proses karena dari Kementerian Pertanian ada penyesuaian harga benih, dimana waktu anggaran Rp 75 ribu perkilo dari Kementan merasionalisasikan harga benih tersebut menjadi Rp 55 ribu perkilo,” ungkapnya.

Untuk itu, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas akan mengupayakan mencari produsen atau penyedia barang, khususnya padi hibrida. “Kami upayakan mencari produsen atau pihak penyedia barang untuk padi hibrida,” tutur Jarwadi.

Kemudian untuk mendukung peningkatan produksi padi pada Musim Tanam Oktober-Maret (MT Okmar), Dinas Pertanian Kapuas juga akan melaksanakan pengembangan padi tadah hujan seluas 1.500 hektar di daerah non pasang surut.

“Pengembangan padi tadah hujan ini kita arahkan khusus lokasi-lokasi yang punya lahan kering non pasang surut, seperti di Kecamatan Mantangai, Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Basarang yang lokasi lahannya memang tinggi,” jelas Jarwadi. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...