Dilantik, Baznas Diminta Maksimalkan Potensi Zakat di Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang periode 2017-2022, resmi dilantik oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita di Gedung Pendopo, Selasa (2/5/2017). Kepengurusan Baznas Pandeglang ini, diisi oleh Aah Wahid Maulany sebagai ketua, Acang Sutisna, Suherman dan Anas Ubaidillah yang masing-masing sebagai Wakil Ketua.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita meminta agar kepengurusan Baznas yang baru dilantik, untuk segera menyusun program dan kegiatan yang terarah, terukur serta terprogram guna mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Badan Amil Zakat harus mempunyai terobosan serta inovasi dalam menjalankan tugasnya guna menggali potensi zakat yang ada di Pandeglang,” ujar Irna dalam sambutannya.

Bupati menyampaikan, sebagai mitra kerja Pemerintah, pengelolaan Baznas harus profesional dan transparan sehingga tujuan untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Oleh sebab itu, Irna pun berpesan agar Baznas bersinergi dengan SKPD serta masyarakat dalam menyusun program kerja kedepan.

“Saya berharap kepada kepengurusan yang baru untuk segera melaksanakan tugas serta bersinergi dengan SKPD serta masyarakat dalam menyusun program kerja kedepan, agar Baznas Kabupaten Pandeglang lebih baik lagi”, jelasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Pandeglang, Aah Wahid Maulany menyebutkan, program jangka pendek yang akan dilakukan pihaknya, yakni memaksimalkan potensi Zakat Fitrah di bulan Ramadhan. Termasuk, Baznas pun akan mulai mendata seberapa besar potensi zakat yang bisa dikumpulkan di wilayah Pandeglang.

“Program jangka pendek, menjelang bulan puasa kita akan memaksimalkan Zakat Fitrah, disamping itu kita juga meningkatkan Zakat Mal. Zakat Fitrahkan zakat wajib, nah kami akan memaksimalkan hal itu. Maka nanti kami akan mendata berapa sih potensi yang bisa digali dari Zakat Fitrah di kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara),” terangnya.

Selain itu, pihaknya pun akan berupaya menerapkan zakat profesi di setiap SKPD. Program ini mengadopsi kebijakan di lingkungan Kementerian Agama yang telah menerapkan program serupa. Mantan Sekda Pandeglang itu menegaskan, Baznas di bawah kepemimpinannya berupaya menjadi pengelola zakat yang profesional dan amanah.

“Kita sudah diawali dengan adanya zakat profesi di lingkungan Kemenag. Itu bisa terkumpul Rp 60 juta perbulan. Ini sudah dipepolori oleh Kemenag. Nantinya diharapkan SKPD lain bisa mengikuti langkah tersebut,” tandasnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...