Diduga Ada 13 Warung di Jalan Mahir Mahar Berkedok Prostitusi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Belum lama ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya, bersama tim terpadu telah melakukan pembongkaran, setidaknya terhadap enam warung yang terbukti berkedok prostitusi di  kawasan Jalan Mahir Mahar arah Kabupaten Pulang Pisau.

Namun menurut Kabid Trantib Satpol PP Kota Palangka Raya Walter, pihaknya telah mengendus lagi sebanyak 13 warung remang-remang masih ada beraktivitas di kawasan jalan tersebut.

Bila benar terbukti ke 13 warung ini berkedok prostitusi, maka kami akan secara tegas membongkar,ujarnya, kemarin di Palangka Raya.

Diungkapkan Walter, baru-baru ini pihaknya telah menyurati salah satu warung di kawasan Jalan Mahir Mahar yang baru saja kedapatan melakukan aktifitas usahanya dengan memanfaatkan jasa PSK. Pemilik Warung tersebut diberi batas waktu untuk membongkar sendiri bangunannya. Sedangkan untuk 13 bangunan yang belum dibongkar itu masih dalam tahap pengecekan oleh petugas dari tim terpadu.

“Jadi harus dilakukan pengecekan kebenaran sesungguhnya, apakah benar  pemiliknya menyalahi peruntukan warungnya itu. Sehingga  menjadi alat bukti kuat untuk dilakukan penindakan secara tegas,” ungkap Walter, Jumat (05/05)

Menurut Walter, kenyataan di lapangan kerap terjadi  manakala petugas di lapangan  kerap dibohongi oleh pemilik warung. Setelah dilakukan pengecekan dan kedapatan secara otentik sebagai bukti warung tersebut menyediakan praktik prostitusi, maka Pol PP langsung meminta memiliki warung itu melakukan pembongkaran tempat usahanya.

“Itu pun sering tidak ditaati oleh pemilik warung, ketika diminta tempat usahanya dibongkar sendiri, malah bungkam tidak dilakukan. Bahkan dengan beragam alasan. Dengan kondisi itu kami tidak mau dibohongi. Sudah terbukti, disurati dengan batas waktu lalu tidak membongkar, maka tim terpadu akan membongkarnya,” tegas dia.

Pada kesempatan itu Walter pun membantah terkait pandangan masyarakat serta kritikan dari anggota DPRD setempat yang menilai Pol PP dan tim terpadu, melakukan tebang pilih dalam penertiban.

“Kami tegaskan bahwa itu tidak benar. Apalagi sampai tebang pilih, semuanya berlaku sama bila terbukti menyalahi aturan.Perlu diketahui, dalam mengambil sikap tegas pun kami selalu berlandaskan pada aturan yang berlaku yaitu melalui waktu dan proses serta fakta-fakta yang komplit,” tutupnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...