Data Sensus Ekonomi 2016, Usaha Mikro Kecil Kalteng Mencapai 98,42 Persen

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Berdasarkan hasil pendaftaran (Listing) Usaha atau Perusahaan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2016 Provinsi Kalteng yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, dari 237.092 usaha atau Perusahaan non Pertanian yang dikelompokkan bersasarkan 15 kategori, 98,42 persen atau 233.354 usaha atau perusahaan merupakan Usaha Mikro Kecil (UMK).

Sementara 1,58 Persen atau 3.738 usaha atau perusahaan diantaranya merupakan Usaha Menengah Besar (UMB). Dari data itu juga, Kalsifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2015 dari 15 katagori lapangan usaha mengalami peningkatan 27,71 persen dibandingkan hasil SE tahun 2006 yang hanya berjumlah 185.643 usaha/pengusaha.

Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya menyampaikan, dari hasil data yang disampaikan tersebut, sudah terlihat informasi jumlah usaha berapa di masing-masing Kabupaten, ketenagakerjaannya berapa. Sehingga dapat dilihat program yang diberikan oleh Pemerintah Daerah terkait pengusaha atau pelaku ekonomi sudah maksimal atau belum.

“Dari sekian ratus ribu usaha di Kalteng, ternyata didominasi oleh pelaku usaha mikro kecil yakni ada 98,42 persen, justru pelaku usaha besar hanya mencapai lebih dari 1 persen saja. Jika dilihat dari daya serap tenaga kerja, kita lihat, ternyata lebih diserap dari usaha Besar seperti pertambangan,” jelas Hanif Yahya setelah kegiatan Talk show dan launching data hasil SE 2016 yang dibuka langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Kalteng Syahrin Daulay, Rabu (24/05) di salah satu Hotel di Kota Palangka Raya dan dihadiri juga sejumlah stakeholder lain.

Hal ini ujarnya lagi dapat diartikan, memperoleh pekerjaan tidak mesti harus memiliki keahlian dan sekolah yang tinggi. Sehingga masyarakat dengan mudahnya bisa masuk dan bekerja. Namun berbeda dengan tenaga kerja yang memerlukan skil atau kemampuan seperti di kedokteran dan lain sebagainya yang memerlukan pendidikan secara kehusus.

Dari hasil yang diperoleh tersebut juga dapat dijadikan peluang bagi pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya atau membuat usaha baru. Misalnya saja, membangun SPBU di jalur lintas penghubung antar Kabupaten dan Kota.

“Orang ingin keluar Daerah agak rada-rada takut karena kehabisan bahan bakar kendaraan, tapi jika ada pelaku usaha yang memiliki modal, kenapa tidak, usaha seperti ini memiliki prosfek yang bagus, kan kita bisa menghitung berapa kendaraan atau pulang pergi antar Kabupaten. ” jelasnya.

Secara garis besarnya, hasil pendaftaran usaha/perusahaan sensus ekonomi 2016 Provinsi Kalteng dapat disampaikan, perdagangan besar dan eceran, meruapakan lapangan usaha paling dominan yakni mencapai 114.759 atau 48,40 persen dari seluruh aktifitas ekonomi di Kalteng.

Jumlah tenaga kerja lapangan usaha perdagangan besar dan eceran tercatat 192.889 orang atau 31,25 persen dari seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam aktifitas ekonomi. Serta persentase sebaran tertinggi jumlah usaha atau perusahaan antara wilayah Kabupaten/Kota, didominasi oleh Kapuas 14,83 persen.

Disusul oleh Kabupaten Kotawaringin Barat 12,21 persen dan Kota Palangka Raya yakni 11,86 persen. Disamping itu, Pj.Setda Provinsi Kalteng, Syahrin Daulay dalam sambutanya menyampaikan ungkapan rasa optimisme atas tingginya pertumbuhan jumlah aktivitas ekonomi di Kalteng.

“Selama 10 tahun terakhir ini. Meski hasil cakupanya menggembirakan, tentunya perlu dioptimalkan dan dikembangkan lebih lanjut lagi. Hal ini karena potensi ekonomi yang ada di Kalteng saat ini masih terbuka luas untuk dikembangkan berbagai bidang.” jelas Syahrin Daulay.

Kebijakan atas hal itupun ujarnya lagu, telah disusun. Tentunya untuk mendukung stimulasi di bidang ekonomi serta dapat menciptakan iklim investasi baru, dengan maksud agar Pemerintah Provinsi Kalteng sendiri kedepannya dapat mewujudkan integritas ekonomi antar wilayah.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...