Bupati Irna Desak Dindikbud Atas Permasalahan Anak Putus Sekolah

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bupati Pandeglang Irna Narulita, meminta data riil terkait anak di usia sekolah yang tidak sekolah, baik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pandeglang.

“Silahkan data ada berapa anak putus sekolah yang ada di Pandeglang. Dan kembalikan mereka ke bangku sekolah,” terang Bupati Irna saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Selasa (16/5/2017).

Menurutnya, hal itu sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan, lantaran Dindikbud memiliki Unit Pelaksana Tugas (UPT) di tiap Kecamatan.

“Seluruh kepala UPT sudah diberikan haknya (Gaji – red) tiap bulan. Sekarang, tinggal laksanakan tanggung jawab dan kewajibannya membantu meningkatkan mutu pendidikan di Pandeglang, salah satunya mendata anak putus sekolah,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Salman Sunardi mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan atau sensus melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di tiap Kecamatan.

“Kita akan data, mana sekolah yang terdekat, kita akan upayakan disitu. Saya kira cukup dari dana BOS untuk SD sebesar delapan ratus ribu untuk satu tahun,” katanya

Salman menjelaskan, kurang lebih sekitar 2.600 anak SD yang putus sekolah dan sebanyak 260 anak SMP yang putus sekolah.

“Kita punya target untuk 2018, dimana sudah dilakukan sosialisasi ke para UPT, agar mencari tahu alasannya apa dan diupayakan harus sekolah, dan sama akan dibiayai dari dana BOS, untuk SMP satu juta pertahun,” bebernya. (IY)

 

Comments
Loading...