BPPRD Bakal Layangkan Surat ke Tiga Kepada Pengusaha Walet

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Setelah melayangkan surat pemberitahun ke dua kepada pengusaha rumah sarang burung walet. Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas, dalam waktu dekat akan kembali mengeluarkan surat pemberitahuan ke tiga.

Namun sebelum melayangkan surat ketiga, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kapuas terlebih dulu akan mengadakan rapat dengan instansi terkait.

“Dalam waktu dekat kami akan mengundang instansi terkait diantaranya seperti kepolisian, TNI, pengadilan kejaksaan , Satpol PP, Bagian Hukum Setda Kapuas untuk mengadakan rapat,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyuluhan Pajak dan Retribusi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas Pangeran Sujuoan P,S.Hut MM di Kuala Kapuas, Selasa (9/5/2017).

“Rapat kita laksanakan untuk meramu apa saja tindakan yang akan diambil. Jadi, setelah rapat itu nanti baru kita layangkan surat pemberitahuan ke tiga kepada pengusaha rumah sarang burung walet,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah telah melayang surat pemberitahuan ke dua kepada para pemilik usaha rumah sarang burung walet di daerah setempat agar melaporkan pajak sarang burung waletnya kepada BPPRD Kapuas.

Apabila sampai surat pemberitahuan ke tiga tidak diindahkan, maka BPPRD akan mengambil tindakan tegas dengan menyegel usaha rumah walet tersebut. Upaya tegas yang akan dilakukan BPPRD tersebut dalam rangka mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak usaha rumah sarang burung walet.

Keberadaan usaha rumah sarang burung walet di Kabupaten Kapuas saat ini memang cukup menjamur. Namun PAD Kapuas yang didapat dari sektor pajak walet setiap tahunnya masih sangat minim. Pada tahun 2016 saja, PAD pajak usaha rumah sarang burung walet ditargetkan sebesar Rp 150 juta, namun yang terealisasi hanya sebesar Rp 75 juta. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...