BPOM dan DPR RI Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Obat dan Makanan di Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dengan harapan agar masyarakat khususnya di Kota Palangka Raya lebih memahami betul jenis-jenis obat dan pangan yang beredar saat ini khusus untuk menjaga kesehatan. Balai POM Palangka Raya bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi obat dan makanan.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 orang dari beberapa Kelurahan yang ada di Kota Palangka Raya itu tidak hanya membahas tentang obat dan makanan saja, tapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya di Daerah pedalaman Kota Palangka Raya seperti Bareng Bengkel, Klampangan dan sebagainya tentang bahaya narkoba dan jenis obat daftar G.

Kepala Balai POM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati ketika diwawancarai usai kegiatan sosialisasi senin (15/05) di Aula Graha Bhayangkara Polda Kalteng menjelaskan, Pemberdayaan masyarakat berkenaan obat atau bahan pangan baik ilegal maupun yang legal.

“Kita juga memberikan pemahaman terkait obat produk ilegal seperti pil zenit atau karnopen. Sehingga setelah kegiatan ini nanti, Masyarakat bisa menyampaikan kembali kepada masyarakat yang lain atau keluarga sehingga tidak terlibat pada obat-obatan ataupun makanan ilegal yang lainnya sehingga mereka nantinya memproduksi makanan yang aman dan bermutu,” jelas Trikoranti Mustikawati.

Bahkan, dalam materi yang ia sampaikan, juga menjelaskan terkait sanksi-sanksi tentang produksi pangan atau makanan yang ilegal atau tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan dalam arti menggunakan bahan-bahan berbahaya, sudah ada sanksi hukum pidana dalam Undang-Undang tentang Pangan atau Undang-Undang Kesehatan.

Belum lagi saat-saat menjelang bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri, produksi atau distribusi makanan akan semakin meningkat, seiring dengan banyaknya permintaan masyarakat terhadap makanan seperti makanan takjil, kue kering dan sebagainya. Jangan sampai masyarakat nantinya menjual makanan mengandung bahan yang dilarang seperti pewarna tekstil dan lain-lain.

“Hasil pengawasan selama ini sudah mulai menurun. Tetapi masih ditemukan, seperti jajanan anak-anak yang terindikasi mengandung bahan pewarna berbahaya. Atau jajananyang terindikasi mengandung pewarna tekstil, jadi kita akan berusaha bagaimana masyarakat memahami pentingnya bahan tambahan makanan,” jelasnya menambahkan.

Disisi lain, Anggota Komisi IX DPR RI Hang Ali Saputra Syah Pahan menyampaikan, kegiaan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan dengan maksud memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya makanan yang mengandung bahan-bahan pewarna buatan dan sebagainya.

“Bagaimanapun juga peran aktif masyarakat yang namanya penyalahgunaan obat narkoba dan sebagainya tidak akan bisa dibendung. Saat ini terjadi, masyarakat sekarang lebih pasif ketimbang aktif. Kenapa?, masyarakat melapor saja takut. Oleh sebab itu kegiatan ini kita libatkan masyarakat agar kedepannya dapat berperan aktif seperti memberikan Informasi,” jelas Hang Ali.

Jika saja laporan yang disampaikan oleh masyarakat kepada aparat terkait tidak ditangani. Maka ujarnya lagi, pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan sebagai Anggota DPR RI dalam arti, akan menempatkan orang untuk menyerap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Oleh sebab itu dirinya mengharapkan agar masyarakat sendiri dapat memberikan informasi kepada aparat setempat.

Terkait obat dan makanan, ujar Hang Ali menambahkan, sampai dengan saat ini masih banyak produksi makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Jadi masyarakat jangan beranggapan, makanan seperti tahu, kerupuk warna menarik, ikan dan lain-lainnya dikatakan aman. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai diri dan keluarganya tentang hal-hal yang demikian.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...