Awal Juli, Bangunan Yang Memakai Badan Jalan di Palangka Raya Harus Steril

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Bangunan pertokoan, seperti di Jalan S Parman dan Jalan Patih Rumbih Kota Palangka Raya, pemiliknya  diberi batas waktu untuk memundurkan bangunannya masing-masing karena dinilai sudah masuk ke badan jalan.

Hal itu diutarakan kepala Satuan Polisi pamong Paraja (Kasat Pol PP) Kota Palangka Raya, Baru I Sangkai, mengatakan perintah agar pemilik bangunan pertokoan, kios hingga warung tersebut , tidak lain melihat kian banyaknya pedagang yang mengembangkan bangunan sampai memakan bahu jalan. Sehingga dirasa dapat membahayakan pengguna jalan.

“Karena itulah dalam sosialisasi ini kami dari Satpol PP Palangka Raya, meminta pemilik bangunan, khususnya  di Jalan S Parman dan Jalan Patih Rumbih dapat memundurkan bangunan. hingga batas waktu yang ditentukan. Antara lain sampai batas waktu pertengahan Juli 2017 diberlakukan untuk pemilik bangunan di Jalan S Parman. Sedangkan untuk pemilik bangunan di Jalan Patih Rumbih di beri batas waktu sampai awal Juli,” tegasnya, Selasa (24/5).

Lanjut Baru, imbauan untuk memundurkan bangunan tersebut, juga semata-mata dilakukan untuk menjaga keamanan. Pasalnya dengan semakin meningkatnya penduduk di Kota Palangka Raya, terlebih  gencarnya isu pemindahan ibu kota dapat dipastikan pengguna jalan juga akan ikut meningkat.

“Apalagi di sana banyak toko yang memajukan bangunan, sehingga terpaksa pelanggan memarkir kendaraannya di pinggir aspal. Sedangkan itu sangat berbahaya,” tutur Baru mempertegas lagi.

Dikatakan pihak Satpol PP  bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya, terus berupaya  untuk  melakukan jemput bola (Jebol), yaitu untuk mengajak pedagang untuk berdiskusi bersama. Memberikan pemahaman bahwa kemanan dalam menjalankan usaha dagang sekalipun merupakan hal yang utama serta penting untuk ditaati.

Dengan pendekatan sosialisasi sekaligus urung rembuk tersebut, setidaknya pemilik bangunan pertokoan yang merasa bangunan secara fisik memakan badan jalan, bisa dengan sadar memundurkan bangunan untuk kepentingan bersama.

“Kita lebih mementingkan diskusi dan mufakat daripada langsung mengeksekusi,” tutupnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...