Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Heri Purnama Minta PLN Terbuka

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Heri Purnama, menyoroti kondisi kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang masih sering padam.

Bambang mengatakan, sekitar bulan Pebruari-Maret 2016 dirinya melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya di Kalimantan Selatan untuk bertemu dengan pihak PLN dan Pertamina. Pihak PLN saat itu menjelaskan kepadanya bahwa per 16 September 2016 daerah setempat sudah surplus listrik 63 MW.

“Apa yang dikatakan PLN itu lalu saya sampaikan kepada masyarakat, dan kita Kalselteng itu ada 27 kabupaten/kota. Ternyata setiap hari kabupaten-kabupaten itu ada saja yang mati lampu. Lalu saya tanyakan ke PLN,  alasannya teknis. Oke kalau teknis bisa sehari dua hari, tapi kalau rutin ?,” katanya kepada wartawan disela-sela kunjungan kerja Komisi VII ke PLTU Pulang Pisau, Rabu (3/5/2017).

Karena itu, saat bertemu dengan petinggi PLN Kalselteng di PLTU Pulang Pisau, Bambang pun meminta agar perusahaan setrum tersebut terbuka. “Lebih baik terbuka saja lah apa adanya. Jadi, kalau misalnya di paparan PLN bilang selalu surplus, berarti ada apa ini ? Makanya kita akan kontrol, mungkin kita perlu dengar pendapat dengan PLN,” tegasnya.

Lanjut anggota DPR RI asal Dapil Kalsel ini,  Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN Djoko Abumanan mengatakan bahwa per 1 April 2017 kelistrikan Kalselteng sudah mencapai 100 MW. “Nanti akan kita lihat, kalau kenyataannya beberapa kabupaten masih mati lampu, maka bupatinya akan kita undang ke Senayan,” ujar Bambang.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Kalselteng, Purnomo, menjelaskan bahwa sejak tahun 2016 kondisi listrik Kalselteng memang mengalami sedikit defisit, dikarenakan adanya pemeliharaan satu pembangkit listrik Asam-Asam. “Jadi, pada saat kami pelihara satu pembangkit otomatis defisit, tapi setelah pemeliharaan kami tidak lagi defisit,” katanya.

Menurut Pornomo pada saat anggota Komisi VII DPR RI Bambang Heri Purnama datang, kebetulan kondisi listrik Kalselteng tidak sedang mengalami defisit, karena PLTU Asam-Asam saat itu selesai dilakukan pemeliharaan.

“Contoh seperti bulan ramadhan tahun 2016 kemarin kami tidak ada pemadaman listrik sama sekali, tidak ada defisit dari sisi pembangkitan karena pembangkit sudah kita siapkan semua, tidak ada yang kami pelihara,” jelasnya,

Saat ini, lanjut Purnomo, apabila semua pembangkit listrik dalam kondisi hidup semua maka listrik Kalselteng surplus antara 90 hingga 100 MW. “Tapi perlu diketahui padamnya lampu bisa disebabkan oleh banyak hal, pertama karena defisit. Kalau karena defisit maka dilakukan pemadaman bergilir, tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Kemudian kedua, padam karena gangguan jaringan, seperti tersambar petir atau terkena pohon. “Tapi gangguan seperti ini biasanya tidak lama, satu jam hidup lagi listriknya. Untuk padam karena gangguan jaringan, mulai tahun 2016 kemarin jumlahnya sudah turun sampai 44%. Tahun 2017 ini kami targetkan bisa turun lagi 50% dari tahun 2016,” terang Purnomo. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...