AJI Medan: Upah Pekerja Pers Sangat Tidak Manusiawi

MENARAnews, Medan (Sumut) – Aliansi Jurnalis Indipenden (AJI) Medan ikut melakukan Aksi May Day bersama dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesi (FSPMI) di Depan Kantor Gubernur Sumut Jl. Dipenegoro, Senin (01/05/2017).

Sebagai bagian dari buruh, AJI ikut melakukan aksi sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan terhadap pengupahan terhadap buruh termasuk pekerja pers.

Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI Kota Medan Liston Damanik mengatakan, pihaknya menuntut upah minimum pekerja pers.

“Seperti tahun lalu, kami masih menuntut upah minimum pekerja sektoral Media,” ujar Liston saat berorasi berbagi panggung orasi dengan FSPMI

Ia menjelaskan, berdasarkan riset yang dilakukan dewan pers masih banyak pekerja media yang berstatus honor dan diupah dibawa 100 ribu rupiah.

“Berdasarkan riset dewan pers baru-baru ini. Kenyataannya sekarang ini banyak pekerja media yang diberikan honor berkisar antara 25 ribu sampai 500 ribu. Tapi lebih dari 50 persen itu diupah di bawah 100 ribu. Jadi menurut kami ini tidak manusiawi,” tegasnya.

AJI Kota Medan juga mendorong Jurnis untuk berserikat untuk dapat menuntut hak-hak dasarnya serta meminta dukungan dari pemerintah.

“Kami juga meminta pemerintah berkomitment untuk mendukung Jurnalist mendirikan serikat pekerja, karena kita tahu walaupun jumlahnya ribuan namun serikat pekerja itu masih 25 saja. Kami sangat mendorong jurnalist untuk mendirikan serikat pekerja pers supaya kuat menuntut hak-hak dasarnya,” ungkap Liston.

Selain itu AJI juga menyoroti jaminan sosial bagi pekerja media karena masih banyak jurnalis yang sering kali deperalat oleh pemilik media yang sedang atau akan berkontestasi di panggung politik. Menurut Liston, hal tersebut dapat mencoreng atau merusak integritas pekerja jurnalis yang seharusnya secara netral untuk menyajikan berita. (Pik)

Comments
Loading...