Warga Palangka Raya Masih Tak Memahami Pentingnya Akte Kematian

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Mendengar istilah akte kematian, bisa jadi sebagian besar di telinga masyarakat masih asing alias kurang kurang familiar, bila dibanding akte kelahiran ataupun akte pernikahan. Padahal akte kematian ternyata sangat penting, selain sebagai informasi bagi data kependudukan suatu daerah, di lain sisi akte kematian secara tidak langsung bermanfaat bahkan sangat dibutuhkan sebuah keluarga dalam berbagai hal.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palangka Raya, Zulhikmah Ravieq, tidak menepis bila masih banyak masyarakat di kota setempat yang belum memahami  arti penting akte kematian. Hal itu terbukti masih banyaknya warga yang enggan membuat akta kematian ketika ada keluarganya yang meninggal dunia.

“Kami  sering melaksanakan sosialisasi  terkait hal ini. Bahkan ke sekolah-sekolah agar peserta didik pun dapat memberikan pengertian kepada orangtuanya atau keluarga tentang arti penting membuat akte kematian sekaligus memahami  manfaat yang didapat,”ungkapnya, Senin (3/4), diruang kerjanya.

Dikatakan, bila mengacu UU No. 24 tahun 2013, maka peran masyarakat dalam hal ini keluarga rumah tangga,  wajib menyampaikan kepada Ketua RT untuk membuat keterangan surat  kematian, apabila ada keluarga yang meninggal dunia, sebagai syarat untuk membuat akte kematian.

“Pemahaman ini tampaknya terus kami sampaikan kepada masyarakat di Kota Cantik Palangka Raya. Bahkan kami sampai melakukan jemput bola datang langsung ke rumah, bila ada laporan warga yang keluarganya meninggal. Jadi tinggal kami buatkan akte . Seraya menunjukkan kepada masyarakat bahwa akte kematian sangat penting untuk dilakukan pengurusan oleh setiap keluarga,” tutur Zulhikmah.

Menurut dia, apabila warga yang baru saja melaporkan atau meminta dibuatkan akte kematian, sedangkan keluarganya yang sudah meninggal tersebut terhitung  sudah lama terjadi, maka secara otomatis pihak Disdukcapil akan memberlakukan denda sesuai yang sudah ditentukan.

“Ya, ini karena pandangan bahwa akta kematian dianggap tidak terlalu penting. Mereka menganggap dengan melaporkan dan meminta surat keterangan meninggal ke RT itu sudah cukup, padahal pada suatu ketika, apabila keluarga akan dihadapkan terhadap persoalan warisan, Taspen, jual beli investasi warisan dan lainnya, maka akte kematian sangat berarti,” tandasnya.

Selama ini lanjut Zulhikmah, dapat terlihat jelas warga yang tidak mengurus anggota keluarganya yang meninggal dunia tanpa memiliki akte kematian. Sebut saja ketika acara pemilu ataupun pilkada, dimana nama orang yang sejatinya sudah meninggal dunia, masih tercantum sebagai pemilih.

“Sebab itulah kami mengimbau, agar warga dapat memahami pentingnya mengurus akte kematian, sebab akte ini sama pentingnya dengan akte kelahiran maupun akte pernikahan. Kapan perlu, saat ada keluarga meninggal langsung dilaporkan saja ke Disdukcapil, maka kami akan segera mengirimkan petugas untuk mendata sekaligus dibuatkan akte kematian,” tutupnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...