Valentino Panjaitan : Indonesia adalah Kita, Satu dalam Kebhinekaan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Menyoroti permasalahan issu penistaan agama dalam konteks SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Etnis) yang saat ini gencar terjadi diindonesia mendapat perhatian dari Ketua GMKI Cabang Medan Valentino Panjaitan.

Menurut Valentino Panjaitan issu penistaan agama/SARA saat ini sudah memecah belah keutuhan negara, banyak oknum yang dengan sengaja menjadikan agama sebagai bahan dagangan dalam aktivitas politik yang saat ini berlangsung di tanah air. Valen juga beranggapan bahwa persoalan SARA terjadi ditataran elite politik tertentu dapat berpengaruh kepada anggapan masyarakat yang gampang tersulut issu-issu.

“Sebelum masalah penistaan agama kemarin, kondisi kebhinekaan kita baik-baik saja, yang saat ini terjadi, issu SARA booming ditataran elite yang digunakan sebagai alat politik, ini lah yang mempengaruhi  masyarakat, yang jadi korbannya juga masyarakat” ujarnya kepada MENARAnews.com di sekretariat GMKI Medan, Jl. Iskandar Muda No 107A, Rabu (19/4/2017).

Tak hanya itu Sumatera utara yang menjadi salah satu barometer pembangunan diindonesia dinilai rentan disulut issu-issu agama. Valentino berharap bahwa perlu nya kesadaran kepada masyarakat Sumatera Utara agar dewasa dan lebih baik lagi menyaring informasi dan menanggapi permasalahan sosial saat ini.

“Ini bukan tentang persoalan per identitas seperti kaum Kristen, muslim dan lain-lain, yang menjadi permasalahan kita sekarang adalah angka kemiskinan yang tinggi, kesenjangan sosial, bagaimana pendidikan dan kesehatan bisa diakses semua orang, jadi sekarang ruang publik itu dicuri, dicuri oleh kelompok tertentu dengan hanya untuk membahas SARA, bukan malah membahas permasalahan sosial.” tegasnya.

Selanjutnya Valen juga menambahkan perbedaan adalah sesuatu yang harus dijaga dan bukan menjadi masalah yang harus dijadikan pertentangan, melalui GMKI valen berencana akan menjalin komunikasi dan berdialog dengan kelompok-kelompok seperti kelompok cipayung, tokoh lintas agama dan ormas kepemudaan lain yg ada disumut untuk duduk bersama membahas menyatukan pandangan tentang kebhinekaan.

“Melalui GMKI bersama Kelompok diskusi lainnya kita akan bangun wacana kebhinekaan yang utuh dengan kita sadar bahwa Soekarno dan para founding father indonesia lainnya membangun bangsa ini bukan melihat apa yang menjadi latar belakang mereka (background)  tetapi adalah rasa senasib sepenanggungan dan cita cita bangsa dahulu. agama bukanlah barang dagangan, kita adalah indonesia, satu dalam kebhinekaan ” tutupnya.  (Pik)

Comments
Loading...