UNBK 2017, ORI Sumut Temukan Pungli untuk Pengadaan Komputer

MENARAnews, Medan (Sumut) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMK sudah dimulai sejak kemarin, Senin (03/04/2017). Pada pelaksanannya, belum didapati adanya pelanggaran.
Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumut juga sudah melakukan pemantauan di beberapa sekolah. Selain itu Ombudsman juga sudah membuka posko pengaduan pelanggaran pelaksanaan ujian nasional.
Dari hasil monitoring Ombudsman pada hari kedua juga belum ditemukan ada pelanggaran. “Sampai sekarang belum ada temuan. Kita sudah lakukan pemantauan,” kata Kepala ORI Sumut Abyadi Siregar, Selasa (04/04/2017).
Berbeda dengan tahun lalu yang banyak ditemukam pelanggaran. Salah satunya beredarnya kunci jawaban Ujian Nasional 2016.
ORI sudah melakukan monitoring di beberapa sekolah, antara lain, SMK Negeri Binaan Pemprovsu, SMK Negeri 9, SMK Negeri 8 dan SMK Telkom.
ORI Sumut juga telah melakukan monitoring sebelum UNBK berlangsung. Disini, ORI Sumut menemukan dua pelanggaran dugaan Pungli di dua sekolah diantaranya, SMA Negeri 3 Sibolga dan SMA Negeri 4 Padang Sidimpuan.
Pungutan liar itu dalihnya untuk pengadaan komputer pelaksanaan UNBK. Setelah ditelusuri, tuan itu memang benar adanya. Namun sekolah membantah ada meminta sejumlah uang kepada orang tua siswa. Mereka berdalih itu dilakukan pihak Komite Sekolah.
“Kita menyurati kadis pendidikan agar melakukan pemeriksaan kepada kedua sekolah itu. Di SMA Negeri 3 ada pungutan untuk pengadaan komputer. Jumlahnya sampai Rp. 165 ribu,” kata Abyadi.
Kalaupun Komite Sekolah, lanjut Abyadi itu tidak diperkenankan. Karena ada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 yang melarangnya.
“Disitu sudah jelas tertulis, kalau Komite Sekolah tidak boleh melakukan pungutan,” pungkasnya. (Yug)
Comments
Loading...