Tunggu Solusi Gubernur Kalteng, Puluhan Supir Truk Lakukan Aksi Sweeping di Jalan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dengan maksud menghargai keputusan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang disampaikan pada kegiatan aksi unjuk rasa ratusan supir truk pengangkut pasir di Kantor Gubernur, Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng akan memberikan solusi selama 7 hari sejak Kamis (13/04) kemarin, mengenai permintaan membuka kembali lokasi Galian C yang tidak beroperasi dalam beberapa minggu terakhir ini, bebeapa supir trik pengangkut pasir melakukan aksi sweeping terhadap sejumlah truk pengangkut pasir.

Aksi sweeping atau pencegatan ke sejumlah truk pengangkut pasir di lakukan di Jalan Tjilik Riwut Km.10 Kota Palangka Raya sejak pukul 09:00 wib pagi tadi, Selasa (18/04). Pasalnya truk yang diamankan tersebut tampaknya bermuatan pasir yang diambil dari lokasi Km. 42 dan lokasi Galian C Km. 43.

Koordinator Aksi Heriono ketika diwawancarai menaranews.com menyampaikan, Kepala Daerah sudah memberikan instruksi yang bagus untuk segera menyelesaikan masalah ini selama 7 hari sampai hari Kamis (20/04) nanti, tapi ada beberapa lokasi Galian C yang sudah melanggar dan buka.

“Tidak ada instruksi dari mana-mana untuk membuka lokasi Galian C. Ini yang ilegal-ilegal, main “kucing-kucingan” ini. Kalau mau ditangkap sama aparat berwajib silahkan. Saya ditekan oleh teman-teman, kenapa si A bisa kerja sementara dia ga bisa kerja,” ujar Heriono.

Oleh sebab itulah mereka melakukan sweeping yang rencananya akan dilakukan sejak hari ini sampai dengan seterusnya setelah ada keputusan atau solusi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. Bahkan sweeping sendiri dilakukan baik pagi ataupun malam hari.

Dirinya berkeinginan agar teman-teman supir truk yang ada hendaknya menunggu keluarnya instruksi dari Gubernur Kalteng. Dari hasil sweeping yang dilakukan saat itu, setidaknya ada sekitar lebih kurang 10 truk yang diamankan, dan ini kemungkinan akan terus bertambah.

“Aktivitas ini sudah pernah dilakukan oleh teman-teman supir truk lain, ya bahasanya setengah menentang aparat lah atas nama ini dan itu lah. Makanya saya instruksikan untuk berhenti dululah, hargai Pak Gubernur kita,” paparnya menambahkan.

Disisi lain, beberapa supir yang truknya diberhentikan rata-rata tidak mengetahui adanya aksi yang dilakukan oleh supir truk yang lain di Kantor Gubernur Kalteng terkait permintaan untuk membuka kembali lokasi Galian C yang sempat beberapa minggu tidak beroperasional.

“Kita ga mengetahui persis masalahanya, makanya kita mengankot pasir pesanan orang, karena kata yang mesan sudah lama tukang ga bekerja karena ga ada pasir. Kita berharap kepada Pemerintah juga segera menyelesaikan masalah ini, kalau ga kita kerja dan makan apa mas” ucap salah satu supir truk yang dicegat Arul.

Sebelum Gubernur Kalteng Sugianto Sabran kepada awak media menyampaikan, Pihak Pemerintah Provinsi Kalteng sendiri masih menunggu. Selama ini lokasi penambang pasir atau Galian C bekerja Ilegal.

“Setelah ada razia, ribut. Semestinya mereka yang bekerja di pinggir-pinggir jalan bisa merusak jalan, aspal tergerus. Nanti kalau jalan rusak menyalahi Pemerintah Daerah. Dalam waktu dekat akan bersurat ke Pemerintah Pusat, kita tetap akan akomodir lah,” tutup Sugianto Sabran ketika adanya rencana aksi ratusan supir truk ke Kantor Gubernur beberapa waktu lalu.(arli/AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...