TPF : Harusnya Persoalan di Kampung Nifasi di Selesaikan di Para-Para Adat.

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Pelanggaran HAM yang terjadi di Nifasi antara PT. Tunas Negara Papua (TAP) dengan salah satu oknum aparat dianggap tidak benar oleh Tim Pencari Fakta (TPF) untuk Nifasi.

Eduard Rumatrai, salah satu pemuda Nabire yang juga tergabung dalam TFT tersebut mengungkapkan bahwa kampung Nifasi memang sering terjadi konflik.

Ia juga menjelaskan dalam kasus tersebut berawal dari masalah hak Ulayat adat Kepemilikan tanah. Sehingga terjadi saling klaim dari beberapa marga yang ada di kampung tersebut bahwa yang dimiliki para investor tambang tersebut ialah tanah Ulayat milik mereka.

“Ini hanya masalah hak Ulayat adat, dan ada beberapa marga yang saling mengklaim bahwa para investor telah memakai tanah ulayat milik mereka,” ujar Eduardo kepada wartawan di Jayapura, Rabu (5/3/2017).

Menurut Eduardo sebagai pemuda dari Nabire seharusnya kasus ini bisa diselesaikan secara adat sesuai dengan Perdasus No.20 tahun 2008 tentang peradilan Adat.

“Seharusnya hal ini bisa diselesaikan melalui adat sesuai dengan Perdasus No. 20 tahun 2008,” ucapnya.

Terakhir ia berharap pemerintah lebih memberi perhatian kepada kampung Nifasi karena kejadian ini bukab pertama kali. (Surya)

Comments
Loading...