Tim Rescue Tubaba Tidak Dapat SK dan Honor

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Sebanyak 18 (delapan belas) orang Tim Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mendatangi Kantor Bupati Tubaba, Senin (10/4/2017). Tujuannya untuk bertemu dengan Penjabat (Pj) Bupati dalam rangka menyampaikan keluh kesahnya karena hingga saat ini, Tim Rescue tersebut masih belum jelas statusnya.
Tim Rescue yang dibentuk pada akhir tahun 2015 itu, saat ini telah memiliki sebanyak 51 orang anggota, tetapi masih belum jelas keberadaannya karena tidak memiliki SK dan belum mendapatkan haknya sejak pertama kali dibentuk.
“Selama kita disini, gaji tidak ada, SK juga tidak ada, bahkan seragam juga kita buat pribadi. Dulu kita ikut pelatihan bayar 150 ribu untuk seragam dan topi. Makanya tujuan kami kesini meminta kejelasan apakah benar di pemerintahan ini ada kita, Tim Rescue” ungkap Alimul, Danru Tim Rescue kepada MENARAnews saat ditemui di Kantor Bupati Tubaba.
Alimul melanjutkan, bahwa permasalahan tersebut karena dasar pembentukan dan perekrutan di BPBD masih belum jelas, sehingga ia bersama rekan-rekannya mengkomunikasikan permasalahan tersebut dengan Drs. Nur Budiman, pejabat BPBD sebelumnya dan Kepala BPBD Tubaba saat ini, Aluwan, SH., MM. “Pak Budiman katanya berkas dan dasarnya ada semua, tapi di BPBD katanya tidak ada. Akhirnya Pak Budiman kasi saya surat ini (Surat Serah Terima Jabatan dari Nur Budiman kepada Edy Suyatno, red)” ujarnya.
Akan tetapi, Surat serah terima jabatan itu tidak mau ditandatangani oleh Aluwan, Kepala BPBD Tubaba dan Edy Suyatno, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tubaba dengan alasan surat itu bukan dasar pembentukan dan perekrutan Tim Rescue. “Ya itu, ditanya dulu pembentukan dan perekrutannya bagaimana, kalo dasar hukumnya ada bawa kesini” kata dia mengikuti cara berbicara Aluwan, SH MM.
Padahal, selama masa jabatan Nur Budiman, Tim Rescue telah melakukan kegiatan-kegiatan sesuai tugasnya seperti pelatihan, pengamanan dan penyelamatan. “Kami sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti pelatihan perahu, kita juga ikut mengawal lomba perahu waktu ulang tahun Tulang Bawang Barat 2016 dan ikut juga turun waktu ada yang tenggelam di Pagar Dewa” terangnya.
Sementara itu, Abdul Rohman Sekretaris BPBD Tubaba saat dikonfirmasi oleh MENARAnews melalui telepon selulernya mengatakan bahwa telah mengetahui permasalahan tersebut, tetapi terkait dasar pembentukan dan perekrutan Tim Rescue itu dirinya juga tidak mengetahuinya. “Untuk itu saya masih belum paham, karena itu urusan pejabat yang lama dan saya disini masih baru tiga bulan menjabat” imbuhnya.
Namun, lanjut dia, kita sudah membicarakan hal tersebut dengan Kepala BPBD dan berusaha mencari berkas-berkas itu di Kantor BPBD namun masih belum dapat diketemukan. “Tadi sudah saya suruh staf-staf saya untuk mencarinya di Kantor, tapi masih belum ditemukan juga” tukasnya.
Kemudian, pada pukul 15.35 WIB, MENARAnews mendapatkan kabar dari Alimul bahwa dirinya bersama rekannya Sapardi telah bertemu dengan Pj Bupati Tubaba, Drs. Adeham, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa selanjutnya Pj Bupati akan menanyakan kepada Kepala BPBD Tubaba terkait penolakannya terhadap penandatanganan Surat Serah Terima Jabatan dari Nur Budiman padahal dasarnya jelas di UU No 24 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Peraturan pemerintah No 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, dan Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah Dalam Penangulangan Bencana. (RZ)
Comments
Loading...