Terima Gelar Adat Dayak, Wapres RI Jusuf Kalla Menjadi Warga Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla ke Provinsi Kalimantan Tengah khusus di Ibu Kota Palangka berserta rombongan akhirnya tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut dengan menggunakan pesawat Khusu TNI AU BAE- RJ 85, Rabu (26/04) pagi.

Kedatangan Wapres sendiri disambut jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, 5 Damang se Kota Palangka Raya, Ketua Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya dan beberapa Tokoh Adat di ruang VIP Room Isen Mulang Batijiri.

Tidak hanya itu, Wapres RI bersama rombongan juga disambut dengan tarian penyambutan khas Daerah Kalteng “Kahanjak Atei” sanggar “Marajaki” dengan makna semangat kebersamaan, dengan rasa suka cita untuk menuju kehidupan yang lebih baik lanjut acara adat dayak Pantan Balanga

Serta upacara penganugerahan gelar adat yakni Raja Marunting Batu Pangupang Langit Teras Rangkang Duhung Pasihai, Rujin Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Ketua DAD Kalteng.

Ditandai dengan pemberian “Selutup” atau topi yang dikenakan setiap pemimpin seperti Kepala adat, tokoh masyarakat. Dan penyematan “Sangkarut” atau rompi kebesaran yang juga memiliki makna pertahanan.

Arti Gelar adat yang diberikan, Seseorang Pemimpin yang mampu mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa, Kokoh Kuat Menjaga Persatuan dan Kesatuan, sebagai Contoh Panutan Hidup Bangsa dan Negara.

Ketua DAD Kalteng, Agustiar Sabran ketika diwawancarai menyampaikan, tentunya pemberian gelar adat yang diberikan kepada Wapres RI sudah memenuhi pertimbangan yang cukup matang.

“keinginan masyarakat Kalimantan Tengah kedepan agar pak Wakil Presiden RI sendiri secara emosional dapat terjalin, belum lagi Pak Wapres sendiri sudah menjadi warga Kalteng,” jelas Agustiar Sabran.

Kehadirian Wapres RI yang kabarnya merupakan Ketua Dewan Penasehat Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS) yang juga sebagai keynote speach. selain itu, Wapres RI juga hadir dalam rangka menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) serta Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloknas) di Universitas Muhammadiyah (UM) Palangka Raya yang dilaksanakan di hari yang sama.

Menurut informasi, Menteri RistekDikti, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Pengurus BKS-PTIS se Indonesia, Pimpinan Perguruan Tinggi Islam se Indonesia dan Pimpinan Perguruan Tinggi Luar Negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Philipina dan lain-lain turut diundang.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...