Tanto Akui Perencanaan Pembangunan Di Dinas Kurang Matang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Pandeglang diakui kurang terencana dengan baik. Akibatnya, proses pembangunan kerap kali tidak sesuai perencanaan, baik bentuk fisik maupun jadwal pengerjaan.

Padahal, proses perencanaan biasanya mulai dilakukan 1 hingga 2 tahun sebelum dimulai pengerjaan. Demikian yang dikatakan Wakil Bupati Pandelang, Tanto Warsono Arban usai menghadiri Rapat Paripurna Pandangan Fraksi Terhadap 4 Raperda Inisiatif Bapemperda di Gedung DPRD Pandeglang, Senin (10/4/2017).

Tanto menyebutkan, salah satu contoh hasil perencanaan yang kurang matang, yakni terlihat dari proses pembangunan Puskesmas Menes. Bahkan ia pesimis jika pengerjaan bangunan tersebut bisa selesai pada akhir tahun.

“Saya akui memang perencanaan dari setiap dinas kurang mantap. Contohnya saja Puskesmas Menes ini, saya khawatir kemungkinan tidak akan selesai pada akhir tahun. Saya agak kebingungan, perencanaan kan sudah direncanakan rata-rata di tahun 2015 dan 2016, namun seperti kurangnya koordinasi,” ujarnya.

Oleh karenanya, Tanto meminta agar jajarannya selalu mengkoreksi perencanaan dan pengerjaan yang dilakukan. Dirinya berpesan agar ke depannya, proses lelang proyek pembangunan tidak lagi dimulai pada bulan April seperti beberapa tahun ini, terutama untuk pekerjaan lelang yang dilakukan di atas 120 hari.

“Ini akan jadi bahan koreksi. Kami berharap ke depannya jangan dibulan seperti ini (April) untuk memulai lelang, terutama pekerjaan lelang yang pengerjaannya di atas 120 hari. Dengan begitu, pada bulan oktober November sudah bisa dilakukan serah terima kegiatan. Desember kan sebetulnya tidak boleh ada pengerjaan,” sambung Tanto.

Bahkan demi mematangkan perencanaan pada tahun ini tambah Tanto, pihaknya sudah mengarahkan kepada dinas terkait, agar membuat intervensi kepada pemenang lelang, dengan meminta perpanjangan jam kerja pegawainya selama 2 hingga 3 jam perhari. Hal itu semata-mata untuk memaksimalkan proses pembangunan.

“Kami juga mau melibatkan Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) meninjau secara acak pengerjaan untuk memastikan kontraktor mengerjakan sesuai rencana,” jelas politisi Golkar tersebut. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...