Soal UN SMP, Disdik Palangka Raya Jamin Aman Dan Tidak Bocor

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kekhawatiran banyak pihak terkait kebocoran lembar jawaban soal Ujian Nasional (UN) masih jadi perbincangan, termasuk UN 2017 pada tingkat SMP/MTs di lingkungan wilayah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya.  Pun demikian bayang-bayang kebocoran soal UN 2017 pada tingkat SMP/Mts itu, membuat pihak Disdik setempat menjadi gerah.

“Saya sudah lama menyampaikan ke semua sekolah dan guru-guru, agar  jangan mencoba-coba melakukan perbuatan yang melanggar aturan, seperti membocorkan soal dan sebagainya ketika UN,” ungkap  Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, Kamis (20/04).

Ditegaskan dia, kalau pun  ada oknum guru dengan sengaja melakukan hal-hal tersebut, tentu konsekuensinya akan berhadapan dengan aturan serta proses hukum yang berlaku.

“Intinya jangan berani main dengan pelaksanaan UN. Tapi saya yakin hal ini dijamin tidak terjadi,”ucap Sahdin menegaskan lagi.

Selama ini ucap dia, Disdik sudah sepenuhnya melakukan monitoring dan pemantauan dari kesiapan sekolah-sekolah dalam menghadapi UN. Ini terbukti dari proses ujian yang panjang bagi siswa semester akhir, mulai dari Ujian Sekolah (US), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN), dimana semua sekolah tidak masalah dalam menjalankannya.

Pengawasan dan monitoring serta koordinasi dengan kelompok kerja kepala sekolah, guru telah dilakukan dalam kesiapan semua tahapan ujian akhir tersebut.

Untuk setiap tahapan soal pun imbuh Sahdin, mulai dari US, USBN hingga UN akan dilakukan dengan pengamanan ketat, baik oleh pengawas serta dibantu pihak keamanan dari kepolisian.

“Setiap pengamanan selama ini diberlakukan di setiap tahapan. Mulai dari kedatangan soal, penyimpanan, pengiriman ke titik distribusi lokasi sekolah hingga tahap pembongkaran dilakukan pengamanan dan pengawasan, sehingga sangat kecil adanya kebocoran soal,” tukasnya.

Disinggung terkait kekhawatiran terjadinya sekolah yang melakukan penahanan ijazah siswanya, menurut Sahdin pihaknya  menyatakan larangan keras bagi setiap sekolah melakukan penahanan ijazah, mengingat  ijazah merupakan hal yang penting bagi siswa usai kelulusan.

“Kalaupun ada kasus yang terjadi seperti itu selama ini, maka untuk tahun ini jangan sampai terulang kembali ada sekolah yang menahan ijazah peserta didiknya dengan apapun alasannya,” tutupnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...