Satgas Penanganan Karhutla Kobar Belum Resmi Terbentuk

MENARAnews, Pangkalan Bun – BPBD Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Kabid Kewaspadaan dan Kesiapsagaan, Reneli, menjelaskan bahwa Satgas Penanganan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kobar belum resmi terbentuk.

Menurut Reneli, pembentukan Satgas Penanganan Karhutla memerlukan dasar berupa Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Bupati Kobar dan pada umumnya satgas tersebut dibentuk ketika kabut asap mulai menyelimuti Kotawaringin Barat.

BPBD Kotawaringi Barat sendiri, lanjut Reneli, telah menyusun konsep Surat Keputusan (SK) pembentukan Satgas Penanganan Karhutla dan akan diberikan kepada Pj. Bupati Kobar.

“Telah kita susun, tinggal menunggu perbaikan dari pihak Pj. Bupati,” ujarnya.

Terkait Tim Patroli Satgas dan Posko Gabungan Siaga Pengendalian Karhutla di Kab. Kobar yang telah dibentuk beberapa waktu lalu, pembentukan tim tersebut bertujuan untuk menyiasati belum terbentuknya Satgas Penanganan Bencana Karhutla di Kab. Kotawaringin Barat.

“Anggaran tim patroli tersebut dibebankan kepada masing-masing instansi yang terlibat. BPBD Kobar sendiri menganggarkan sekitar Rp 60 juta untuk operasional kegiatan,” katanya.

Terpisah, Kasi Pencegahan BPBD Kobar, Pahrul Laji, menjelasman bahwa sejak Januari 2017 terdapat 3 titik panas yang terpantau oleh satelit, yaitu 2 titik di Kec. Kumai dan 1 titik di Kec. Arut Selatan.

“Sedangkan untuk titik api yang telah dipadamkan sebanyak 5 titik, yakni 3 titik di Kec. kumai dan 2 titik lainnya di Kec. Arut Selatan,” ungkapnya. (riz)

Editor : Hidayat.

Comments
Loading...