Sampai Saat Ini, Pihak Sekolah Belum Terima Dana BOS Nasional 2017

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Beberapa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) khususnya yang ada di Kota Palangka Raya sampai dengan saat ini tampaknya masih belum menerima penyaluran Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Nasional. Kendati demikian pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis Ujian Nasional Kertas dan Penseil (UNKP) dapat dilaksanakan.

Pihak Sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Palangka Raya Badah Sari ketika diwawancarai menaranews.com ketika pelaksanaan UNKP rabu (12/04) menyampaikan, untuk mensiasati pelaksanaan kegiatan pendidikan tetap berjalan, sekolah meminjam dana dari pihak Komite.

“Kalau alat tulis kantor (ATK) kita terpaksa minjam di toko-toko, minjam di Bank. Sejak Januari 2017 sampai dengan sekarang kita belum menerima,” jelas Badah Sari di Palangka Raya.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya ujarnya, pihak sekolah belum ada keterlambatan penyaluran Dana BOS. Namun tahun ini kelihatannya terjadi keterlambatan. Pihak sekolah sendiri sudah melakukan upaya berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng.

Dari hasil koordinasi tersebut, Badah Sari menjelaskan, Pihak Dinas sendiri masih menunggu petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat. Meski anggaran BOS sendiri kabarnya sudah disalurkan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah Provinsi Kalteng.

“Dananya masih ngendap aja di Bank dan tidak bisa digunakan atau dicairkan. Nah sekarang kabarnya petunjuk teknisnya sudah ada. Tapi kita belum bisa memastikan kapan, karena kita kan pihak penerima,” paparnya menambahkan.

Pihaknya berharap anggaran tersebut secepatnya disalurkan, mengingat banyaknya utang dari pihak sekolah serta untuk membayar sejumlah tenaga honorer yang ada (15 persen dari anggaran BOS. red) yakni sebanyak 9 orang.

Keterangan yang disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Gazali Rahman ketika diwawancarai sebelumnya menjelaskan, untuk anggaran dana BOS ke Sekolah Negeri dianggarkan melalui Biaya Langsung (BL) APBD Provinsi Kalteng 2017.

“Untuk sekolah swasta dialokasikan melalui belajna hibah. Jangan sampai kita menabrak aturan. Ada perubahan perlakuan berbeda pada tahun 2016 kemarin yang anggaranya melekat Belanja Tidak Langsung (BTL) dan kewenangan dari Kabupaten. Sekarang berbeda kewenangan SLTA di Provinsi, masa Gubernur menghibahkan ke Gubernur, kan melanggar aturan,” jelas Gazali.

Namun demikian, Petunjuk yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat baik dari Departmen Dalam Negeri (Depdagri) maupun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendigbut) agak lambat. Dan Pemerintah Daerah sudah bekerja semaksimal mungkin untuk mencairkan Dana BOS ini.

Terkait pelaksanaan Ujian Nasional di Kalteng sendiri, Dia menginformasikan, SLTA untuk SMK di Kalteng yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 51 sekolah, sedangkan untuk SMA sebanyak UNKP 41 sekolah. Sedangkan SMA yang melaksanakan Ujian Berbasis UNKP di Kalteng sebanyak 264 Sekolah.

Sampai detik ini laporan yang disampaikan petugas di lapangan tidak terjadi kendala. Dengan harapan kegiatan berikutnya juga tidak terjadi kendala. Baik Siswa yang tidak mengikuti Ujian karena sakit dan sebagainya, tapi bisa mengikuti Ujian susulan tanggal 18-20 April 2017 nanti.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...