Rusak Parah, Jalan Ciekek-Pagerbatu Segera Dibangun Dengan Anggaran Rp 1.5 Miliar

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kecamatan Majasari Kabupaten Pandeglang menyebutkan bahwa pada tahun 2017, akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di Kelurahan Pagerbatu. Tidak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp 1.5 miliar akan digelontorkan guna pembangunan akses jalan di 20 titik.

Pembangunan itu dilakukan, lantaran akses jalan dari Ciekek menuju Pagerbatu mengalami kerusakan parah. Padahal, letak jalan tersebut berada dekat dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Pandeglang.

Camat Majasari, Neneng Nuraeni membeberkan, anggaran sebesar itu diperoleh dari berbagai sumber dana. Diantaranya, pagu indikatif Kecamatan Majasari sebesar Rp 1.5 miliar, Rp 230 jutanya akan menyokong pembangunan jalan di 8 titik di Pagerbatu.

“Pembangunan ini sudah diusulkan dari tahun 2016. Kalau dari pagu indikator Kecamatan, ada 8 titik, seperti paving blok dan taman pintar, nilainya Rp 230 juta khusus untuk Pagerbatu. Kalau untuk jalan hotmix Ciekek Pagerbatu itu dari anggaran PUPR senilai Rp 1.3 miliar,” sebut Neneng usai menghadiri kegiatan Bakti Sosial PWI Pandeglang di Kelurahan Pagerbatu, Kamis (20/4/2017).

Menurut Neneng, rencananya pengerjaan akan dimulai pada triwulan kedua, dengan target selesai sebelum memasuki triwulan ke empat. Dijelaskannya, titik awal perencanaan pembangunan akan dimulai dari Ciekek menuju Pagerbatu yang letaknya persis dibawah kaki Gunung Karang.

“Untuk pelaksanaan tahun ini kemungkinan di triwulan ke dua (Mei, Juni, Juli), karena bupati menginginkan agar di triwulan keempat tidak ada lagi pekerjaan. Semua pekerjaan dilakukan dengan cara PL (Penunjukkan Langsung), namun akan dikoordinasikan dulu ke ULP (Unit Layanan Pengadaan). Tetapi kalau untuk titik nol-nya saya belum tahu,” paparnya.

Meski pembangunan jalan akan difokuskan di Kelurahan Pagerbatu, tapi hal itu tidak serta merta disambut baik oleh pihak kelurahan. Alasannya, perencanaan pembangunan jalan pada tahun ini dinilai tidak sesuai harapan.

Lurah Pagerbatu Yana menjelaskan, seharusnya titik awal pembangunan dimulai dari Pagerbatu, bukan Pagerbatu menjadi lokasi akhir pembangunan.

“Kami tidak tahu awal pembangunan dari mana. Masih simpang siur. Seharusnya awal mula pembangunan dari atas, yakni Pagerbatu. Karena jalan disini yang panjangnya 6 kilometer mengelilingi Pagerbatu rusak parah,” ujarnya.

Senada disampaikan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Endin Dimyati. Bahkan dirinya mengancam akan “turun gunung” untuk mengkritisi kebijakan Pemda, apabila titik nol pembangunan dimulai dari daerah lain. Pasalnya, warga telah lelah menikmati infrastruktur dengan kondisi berlubang hampir disepanjang jalan menuju rumah.

“Kalau bisa, nolnya harus dari atas, agar ketika masih ada kekurangan di bawah, bisa diambil dari perubahan (ABPD-P). Kerusakan ini sempat menimbukkan kekesalan dari masyarakat karena sudah terjadi sejak tahun 2006. Bahkan warga hampir akan melakukan aksi demonstrasi,” terangnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...