Ribuan Jamaah Shalat Subuh Berjamaah Di Masjid Mukhlisin Kota Bukittinggi

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Ribuan orang sudah memadati area sekitar Masjid Mukhlisin, di Jl. Soekarno Hatta-Manggis Gantiang, Kota Bukittinggi pada Ahad (30/4/2017) sejak pukul 04.00 WIB. Mereka datang ke Masjid Mukhlisin untuk mengikuti rangkaian acara Subuh Berjamaah Jilid 21.

Kegiatan subuh berjamaah di Kota Bukittinggi – Agam diselenggarakan oleh GNPF MUI Bukittinggi – Agam dan diisi dengan rangkaian kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) antara lain, Halaqoh Al-Qur’an, Qiyamul Lail, Subuh Berjamaah dan Tausyiah.

Dalam kesempatan ini, panitia subuh berjamaah mengundang penceramah dari Manado yaitu Dr. M. Yahya Waloni. Beliau merupakan mantan Rektor UKI Papua, Mantan Pendeta sekaligus telah memiliki gelar S3 Teologi.  Tidak hanya itu, ada yang berbeda dari kegiatan subuh berjamaah kali ini, yaitu dengan hadirnya Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias di tengah-tengah jamaah.

Dalam sambutannya, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mendukung dan menyambut positif adanya kegiatan subuh berjamaah di Kota Bukittinggi. Selain itu, pihaknya juga memberikan gambaran masalah di Bukittinggi serta kebijakan yang telah diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

“Sudah banyak kebijakan yang diambil Pemkot untuk kepentingan agama dan masyarakat bersama. Adapaun kebijakan tersebut antara lain, kami selalu melakukan razia dadakan terhadap hotel di Bukittinggi. Hal tersebut untuk mengantisipasi adanya pasangan yang tidak memiliki kartu nikah. Selain itu, Pemkot Bukittinggi juga telah membentuk Satpol PP Syariah, diamana para anggotanya adalah perempuan yang salah satu tugasnya menghimbau masyarakat untuk pergi ke Masjid melaksanakan sholat Jumat. Pemkot Bukittinggi juga merazia tempat bermain Playstation dan warnet. Dari razia  tersebut, petugas banyak menangkap anak-anak sekolah, baik dari SMP atau SMA. Selanjutnya petugas membawa ke kantor Satpol PP untuk melakukan pembinaan serta memanggil kepala sekolah dan orang tua untuk pembinaan lanjutan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan subuh berjamaah dapat dijadikan batu loncatan untuk menyipkan kader-kader muda sebagai tonggak estafet meneruskan perjuangan agama.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dr. M. Yahya Waloni menyampaikan bahwa bangkit dan bersatunya umat Islam dapat dilihat ketika jamah sholat subuh sama banyaknya dengan sholat jum’at.

“Di era saat ini, sesama umat muslim tidak boleh saling mengkafirkan. Sesama muslim tidak boleh memandang muslim lain hanya sebatas fisiknya saja, yang muncul nantinya adalah pembenaran ajaran dari salah satu pihak saja. Oleh karena itu, kita sebagai muslim di Indonesia harus bersatu, karena banyak sekali orang-orang munafik yang ingin memecah belah umat,” ujar Dr. M. Yahya Waloni di depan jamaah.

Selanjutnya, acara subuh berjamaah akan dilaksanakan di Masjid Agung Tangah Sawah, Kota Bukittinggi, dengan mendatangkan Ustad Dery Sulaiman sebagai penceramah. (AD)

Comments
Loading...